Bangunan Pertokoan Dinas Pertanian Rembang Mangkrak

Selasa, 27 Mei 2014 | 17:03 WIB
Bangunan pertokoan di sisi depan selatan Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang masih mangkrak. (Foto:Pujianto)

Bangunan pertokoan di sisi depan selatan Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang masih mangkrak. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bangunan pertokoan di sisi depan selatan Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang masih mangkrak. Sejak selesai dibangun pada Agustus tahun lalu, hingga Selasa (27/5) ini, gerai hasil peternakan itu belum dimanfaatkan.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso menilai, Dinas Pertanian dan Kehutanan kurang tepat merencanakan pembuatan bangunan pertokoan. Sebab, jika tepat, mestinya tak lama setelah terbangun, gerai itu langsung dimanfaatkan.

Menurutnya, lantaran sembilan bulan belum ditempati, bangunan menjadi terkesan mangkrak. Dia berharap kepada pihak Dinas Pertanian agar segera memanfaatkan bangunan yang dibuat dengan anggaran Rp412 juta ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menampik anggapan bangunan pertokoan itu mangkrak. Bangunan ini segera ditempati. Empat unit gerai pemasaran hasil peternakan ini akan dimanfaatkan oleh kelompok peternak kambing peranakan etawa Dampo Awang.

Hanya saja, sejauh ini kelompok peternak masih terganjal permodalan. Nantinya jika sudah cukup modal, dia menyatakan pasti ditempati. Lalu kapan ditempati? Suratmin memperkirakan pada bulan depan atau Juni nanti.

Kelompok peternak berdalih, jika memaksa menempati gerai sementara modalnya kurang, khawatir terhenti di tengah jalan. Selain produk hasil peternakan etawa, belum ada lagi yang akan menempati bangunan pertokoan ini.

Juru bicara kelompok peternak Dampo Awang Tri Wiyono mengaku belum menempati gerai karena ketersediaan modal belum aman. Dia mengakui keberadaan gerai akan bisa membantu peternak. Apalagi selama ini, produk susu kambing etawa dipasarkan terbatas melalui agen.

Pemasaran melalui agen akan tetap dipertahankan, sedangkan pemasaran di gerai akal difokuskan untuk layanan siap saji atau dikonsumsi di tempat. Tri Wiyono mengklaim, pasokan susu produksi kelompoknya masih akan aman, kendati suplainya terbagi ke gerai. Sampai dengan sekarang ini, 30 orang anggota kelompoknya masih aktif mengembangkan etawa dengan hasil susunya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan