Pertamina Janji Rehabilitasi Jalan Dresi-Sumber Pasca-mobilisasi

Jumat, 14 Oktober 2016 | 21:13 WIB
General Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting Abdul Mutalib Masdar memaparkan ekplorasi migas di Blok Randugunting saat ghatering dengan wartawan, Kamis (6/10/2016) malam. (Foto: Pujianto)

General Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting Abdul Mutalib Masdar memaparkan ekplorasi migas di Blok Randugunting saat ghatering dengan wartawan, Kamis (6/10/2016) malam. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Eksplorasi Randugunting II (RGT-2) oleh Pertamina Hulu Energi Randugunting sudah resmi dimulai. 15 Oktober ini pihak PHE akan melakukan mobilisasi alat berat yang terkait pekerjaan drilling atau pengeboran pada 15 November mendatang.

Meskipun sebelum mobilisasi pihak PHE Randugunting memperbaiki jalan dan memperkuat jembatan, tetapi setelah alat-alat berat lewat, bukan tidak mungkin jalan dan jembatan kembali rusak. Hal itu mengingat bobot alat berat yang akan melintas lebih dari 30 ton.

Dikonfirmasi mengenai kemungkinan tersebut, General Manager PHE Randugunting Abdul Mutalib Masdar menyatakan akan memperbaiki jalan dan jembatan pascaeksplorasi. Tidak hanya jalan dan jembatan, reklamasi pascaeksplorasi juga akan dilakukan.

“Sebelum mobilisasi alat berat, Jembatan Dresi sudah kita perkuat. Jalan di daerah Jatihadi juga sudah kita benahi. Nanti setelah eksplorasi dan karena aktivitas mobilisasi ini, kita akan perbaiki,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Alat berat yang merupakan peralatan pengeboran diangkut dari Pelabuhan Merak dan diangkut menggunakan kendaraan berat. Mobilisasi alat akan menggunakan pengawalan dari Polres Rembang serta melibatkan polsek dan koramil.

Ia mengakui, fokus pihaknya kini memang pada masuknya alat berat ke lokasi eksplorasi. Ia berharap cuaca esok hari mendukung karena jika kondisi becek akibat hujan, maka mobilisasi alat berat akan terganggu.

“Kalau hujan terus, ya kita khawatir mengganggu mobilisasi alat berat. Jadinya molor. Padahal waktunya mepet. Belum lagi, kalau becek, alat-alat berat bisa anjlok. Terkait mobilisasi alat, kita sudah lakukan sosialisasi kepada warga di daerah yang akan dilalui,” terangnya.

Ekplorasi Randugunting II dilakukan di wilayah Desa Krikilan Kecamatan Sumber. Waktunya 40 hari. Terhitung sejak tajak tanggal 15 November hingga 24 atau 25 Desember mendatang. Tujuannya adalah mengungkap potensi kandungan lebih besar minyak dan gas dari data tahun 1996.

20 tahun lalu, melalui Eksplorasi Randugunting I diketahui ada kandungan gas 5,2 MMSCFD dan minyak 10 BCPD di Krikilan. PHE Randugunting meyakini kandungan migas di lapisan bawahnya lebih besar. Jika eksplorasi senilai 4 USD ini berhasil, maka Krikilan akan menjadi ladang baru.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan