Perpustakaan Daerah Rembang Makin Sepi Pengunjung

Rabu, 6 Januari 2016 | 16:25 WIB
Perpustakaan Daerah Rembang, Rabu (6/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Perpustakaan Daerah Rembang, Rabu (6/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Rembang yang berada di bagian halaman Taman Rekreasi Pantai Kartini makin sepi dari pengunjung.

Perkembangan pesat kepemilikan gadget di masyarakat, ditengarai menjadi salah satu pemicu sepinya kunjungan ke perpusda.

Yazid Aris, Kepala Seksi Perpustakaan Daerah Kabupaten Rembang, Rabu (6/1/2016) pagi mengatakan, tingkat pengunjung di perpustakaannya kini menurun.

“Dalam sehari, perpustakaan dikunjungi rata-rata ada 30-40 pengunjung. Mayoritas pelajar,” katanya kepada reporter mataairradio.

Mengenai langkah yang akan ditempuh pihak pengelola perpusda agar tingkat pengunjung tidak terus menurun, Yazid mengaku sudah sempat berinovasi dengan buku digital melalui aplikasi e-book.

“Namun, pengunjung kurang begitu meminati e-book. Komputer atau tablet masih banyak dipakai untuk youtube-an atau facebook-an,” bebernya.

Ia mengakui, secara koleksi buku, Perpusda Rembang belum ideal karena baru punya 24.000 eksemplar dari 50.000 eksemplar yang seharusnya.

“Untuk melengkapi koleksi menjadi sebanyak itu (50.000 eksemplar), dibutuhkan anggaran hingga Rp3 miliar,” katanya.

Sementara itu, soal rencana pengadaan koleksi buku baru, pihak pengelola perpusda membeberkan, ada alokasi anggaran satu miliar rupiah.

Dana itu tidak hanya untuk mengadakan buku baru, tetapi juga untuk perbaikan rak dan komputer yang rusak.

Saat reporter mataairradio mengunjungi Perpusda Rembang, sejumlah petugas tampak memberesi rak-rak buku yang berserakan dan komputer di sudut barat, yang tidak lagi berfungsi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan