Periksa Pospam Nataru di Rembang, Kapolda Luthfi: Jateng Kondusif

Selasa, 29 Desember 2020 | 17:21 WIB

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Irjen Pol Ahmad Luthfi saat meninjau Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Wilayah Kabupaten Rembang, pada Selasa (29/12/2020) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi memeriksa Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Wilayah Kabupaten Rembang, pada Selasa (29/12/2020) pagi.

Pos Pengamanan Nataru di Kabupaten Rembang yang diperiksa oleh Kapolda Ahmad Luthfi tepatnya berada di depan Kantor Bupati Rembang.

Seusai melakukan peninjauan terhadap kesiapan pengamanan Nataru, Ia mengungkapkan, bahwa kondisi Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Rembang, selama libur panjang Nataru hingga saat ini masih terbilang kondusif.

Ia mengaku, sebelum ini pihaknya sudah mengecek kesiapan pengamanan libur Natal dan tahun di jalur selatan dan jalur utara.

Luthfi menambahkan, operasi Lilin Candi kali ini menitik beratkan pada operasi kemanusiaan, yakni dengan memberikan pelayanan uji cepat antigen di setiap pos pengamanan. Swab antigen tersebut diberikan bagi masyarakat khususnya yang keluar atau memasuki wilayah Provinsi Jawa Tengah.

“Kita telah melaukan kroscek khususnya jalur uatara, jalur selatan. Operasi lilin sudah berjalan, yang ‘happy-nya’ operasi lilin kita adalah operasi kemanusiaan.

Di mana di masing-masing Pospam (Pos Pengamanan) di wilayah kita sudah kita disiapkan swab antigen. Swab antigen ini digunakan untuk memantau arus ke dan dari Jawa Tengah, khsusunya di Kabupaten Rembang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre mengatakan, pihaknya akan berupaya agar malam pergantian tahun baru nantinya tidak ada aktivitas keramaian hiburan di seluruh wilayah hukum Polres Rembang.

Pihaknya sudah melakukan sinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), secara bersama-sama TNI/Polri melakukan razia di semua objek vital.

“Aabila ada masyarakat yang bandel seperti membunyikan petasan dan orang berkumpul di malam tahun baru akan dibubarkan serta ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan