Perhutani Mantingan Ungkap Penyelewengan Kayu Hasil Tebangan

Jumat, 9 Mei 2014 | 14:44 WIB
Tim dari Perhutani saat mengecek kayu asal tebangan di TPK Medang KPH Mantingan, belum lama ini. (Foto:KPH Mantingan)

Tim dari Perhutani saat mengecek kayu asal tebangan di TPK Medang KPH Mantingan, belum lama ini. (Foto:KPH Mantingan)

SUMBER, MataAirRadio.net – Perum Perhutani KPH Mantingan mengungkap dugaan penyelewengan kayu hasil tebangan yang melibatkan oknum petugasnya pada Kamis (8/5) malam. Ada 98 batang kayu jati setara dengan 3,5 meter kubik yang diamankan pihak Perhutani dari pekarangan rumah milik salah seorang warga di Desa Polbayem Kecamatan Sumber.

Wakil Administratur KPH Mantingan Mokhammad Risqon mengatakan, terungkapnya penyelewengan kayu hasil tebangan itu bermula dari adanya laporan yang masuk via layanan pesan singkat. Saat itu, muncul dugaan bahwa ada kayu dari kegiatan tebangan yang tidak dikirim ke TPK Mantingan di Kecamatan Bulu.

Pihaknya menyelidiki kebenaran informasi tersebut, hingga kemudian ada keterangan yang diperoleh bahwa ada tumpukan kayu di depan rumah salah satu warga Desa Polbayem. Setelah dikroscek kepada pemilik rumah, diakui bahwa itu kayu dari hutan. Namun tidak diperoleh dari mencuri, tetapi sebagai ganti tambahan upah tebang yang oleh pekerja disebut kurang.

Risqon menjelaskan, setiap kali ada kegiatan tebangan memang ada upah yang diberikan kepada pekerja. Pembayaran upah telah dilakukan sesuai dengan tarif dan ketentuan dari Perhutani. Dia mengklaim, tidak ada pemotongan upah sedikit pun oleh pihaknya.

Meski pekerja berdalih upah itu kurang serta kemudian meminta imbuhan berupa kayu kepada petugas dan dikabulkan, langkah seperti itu tidak bisa dibenarkan karena menyeleweng dari prosedur. Dalam hal ini, ada dugaan keterlibatan mandor tebang yang merupakan petugas dari Perhutani berinisial JT.

Jumat (9/5) pagi, pihak Perhutani KPH Mantingan menggelar rapat tim, salah satunya mengagendakan pemanggilan terhadap JT untuk diklarifikasi. Jika terbukti sengaja menyelewengkan, JT akan dijatuhi sanksi sebagaimana aturan perusahaan. Sementara kayu yang ditemui di pekarangan rumah warga tersebut, kini telah dikirimkan ke TPK Mantingan.

Wakil Administratur KPH Mantingan menambahkan, sejak Januari hingga Juni 2014 nanti, Perhutani memang memiliki kegiatan tebang di kawasan BKPH Sudo RPH Jatigenuk. Targetnya, ada 2.350 meter kubik kayu jati yang nantinya diproses jual.

Risqon juga menjelaskan, untuk kebutuhan tebang tersebut, dikerahkan enam regu tebang dengan anggota masing-masing enam orang tiap regu. Penebang berasal dari warga sekitar hutan. Mereka berada di bawah koordinasi seorang mandor tebang yang merupakan petugas dari Perhutani setempat. (Pujianto)




One comment
  1. sari

    Mei 15, 2014 at 10:32 pm

    ada kejahatan besar dilakukan oleh pihak perhutani dan SG soal pembabatan hutan besar-besaran di hutan mantingan dengan alasan untuk lokasi pabrik semen.. kita tunggu tangal mainnya kejahatan besar apa itu.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan