Perhutani Tingkatkan Sosialisasi dan Patroli Guna Cegah Kebakaran Hutan

Senin, 16 Juli 2018 | 23:29 WIB

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto:antarajateng.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Memasuki musim kemarau Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Mantingan meningkatkan sosialisasi dan patroli untuk mencegah potensi kebakaran hutan.

Wakil Administratur KPH Mantingan Rovi Tri Kuncoro menjelaskan, sosialisasi kepada masyarakat penting digencarkan, supaya tidak melakukan pembakaran di hutan.

Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan patroli di seluruh wilayah Hutan Mantingan. Dalam patroli tersebut selain untuk meminimalisir terjadinya kebakaran juga untuk menekan aksi pembalakan kayu atau illegal logging.

“Kami sudah menugaskan 150 personel untuk melakukan patroli di semua wilayah supaya tetap aman dari kebakaran dan pencurian kayu,” katanya.

Ia mengatakan, seluruh Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) di wilayah administrasinya memiliki potensi terjadi kebakaran, karena dipicu oleh musim kemarau serta banyaknya ranting dan daun yang kering.

“Sekarang kesadaran masyarakat sekitar hutan untuk peduli terhadap kelestarian hutan semakin bagus.

Tiap kali terjadi kebakaran, masyarakat sekitar langsung berusaha mematikannya dan langsung menghubungi Perhutani,” ungkapnya.

Menurut Rovi, kebakaran hutan disebabkan oleh ulah manusia sendiri, diantaranya masyarakat yang sedang berburu di hutan biasanya membuang putung rokok secara sembarangan dan membuat api untuk berdiang.

“Selain itu, disebabkan juga oleh perluasan lahan dengan cara membakar hutan, sehingga api merembet dan menimbulkan kebakaran besar,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu pernah terjadi kebakaran hutan di Wilayah Kecamatan Bulu, namun karena warga yang sigap api langsung dapat dipadamkan.

Saat itu, api baru membakar lahan hutan seluas 20 meter persegi.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan