47 Perguruan Tinggi Swasta Pamer Keunggulan di Rembang

Selasa, 20 Januari 2015 | 18:36 WIB
Pameran pendidikan yang diselenggarakan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Rembang, di Balai Kartini, Selasa (20/1/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

Pameran pendidikan yang diselenggarakan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Rembang, di Balai Kartini, Selasa (20/1/2015) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – 47 perguruan tinggi swasta dari tiga provinsi pamer keunggulan di Balai Kartini Rembang, Selasa (20/1/2015) pagi.

Tiga provinsi itu adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Rembang sengaja memberi ajang kepada para perguruan tinggi untuk menawarkan program terbaiknya bagi kalangan pelajar atau pemuda di kabupaten ini.

Didik Hartono, Ketua MGBK Rembang mengatakan, pameran ini sudah kali kelima digelar sejak 2011.

“Secara jumlah peserta semakin banyak karena setelah hanya diikuti 25 perguruan tinggi di tahun 2011, menjadi 30 di 2012, lalu 34 di 2013, naik 38 di 2014, dan tahun ini 47 perguruan tinggi,” ungkapnya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, perguruan tinggi yang mengikuti pameran ini umumnya memiliki akreditasi antara A hingga B dengan sasaran minat jurusan yang sangat beragam.

“Pameran ini sudah menjadi program kerja tahunan dari MGBK Rembang,” tandasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Rembang Noor Effendi menyebut telah terjadi pertumbuhan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Soal persentase kenaikan dari tahun ke tahun, kami belum bisa menyebutkan,” ujarnya.

Effendi yang ditemui seusai membuka pameran ini menjelaskan, pertumbuhan minat kuliah terjadi karena perkembangan pengetahuan dan kebutuhan SDM atau sumber daya manusia yang berkualitas.

“Secara kesadaran untuk kuliah, belakangan ini semakin baik,” tandasnya.

Dia juga mengatakan, pameran perguruan tinggi semacam ini penting untuk lebih menambah wawasan, paling tidak menawarkan banyak pilihan minat yang hendak didalami.

“Peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan menjadi sebuah keniscayaan, mengingat persaingan yang kian terbuka, paling tidak di lingkup Asia Tenggara mulai tahun ini,” tegasnya.

Noor Effendi menambahkan, dampak pameran pendidikan kali ini cukup besar karena membantu mendekatkan akses informasi siswa atas perguruan tinggi dan ragam pilihan.

“Kalangan muda menjadi tidak harus jauh mencari informasi ke kampus yang bersangkutan, tetapi cukup datang ke pameran ini,” imbuhnya.

Namun meski hemat dari sisi biaya, pihaknya pun mewanti-wanti agar dalam memilih perguruan tinggi, memilih yang terstandar atau terakreditasi. Legal formal akreditasi itu penting sebagai pengakuan kualitas.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan