Perempuan Tua Ditemukan Meninggal Berbusa di Rumahnya

Jumat, 30 Januari 2015 | 19:22 WIB
Rumah Supasmi di pinggir jalur Rembang-Blora tampak sepi pada jum'at siang. (Foto:Pujianto)

Rumah Supasmi di pinggir jalur Rembang-Blora tampak sepi pada jum’at siang. (Foto:Pujianto)

 
SULANG, mataairradio.com – Seorang perempuan tua di Desa Landoh Kecamatan Sulang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan mulut berbusa pada Kamis (29/1/2015) petang di rumahnya.

Diduga yang bersangkutan sakit keras, namun tidak segera tertolong, karena tinggal seorang diri di rumah.

Perempuan itu bernama Supasmi, berusia sekitar 65 tahun. Awalnya, dua orang tetangga curiga rumah Supasmi masih dalam keadaan gelap selepas magrib.

Sumini dan Mas’udah, tetangga di RT 1 RW 3 berusaha memanggil-manggil Supasmi namun tidak ada jawaban.

Keduanya lantas membuka pintu rumah Supasmi dan mendapati yang bersangkutan sudah tergeletak di lantai dengan kondisi mulut yang berbusa dan telah meninggal dunia.

“Kami langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendapat laporan dari warga,” ungkap Kapolsek Sulang Ajun Komisaris Mohammad Mansur kepada mataairradio.

Polisi yang datang bersama Kepala Puskesmas Sulang dokter Sucahyo langsung melakukan visum luar terhadap Supasmi. Hasilnya, polisi dan tim medis tak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap Supasmi,” bebernya.

Sempat berkembang spekulasi bahwa Supasmi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, menelan racun serangga. Namun Kapolsek memastikan, Supasmi tidak menelan racun untuk bunuh diri.

“Dokter Puskesmas Sulang juga menyatakan demikian (bukan menelan racun atau bunuh diri, red.),” tegasnya.

Ajun Komisaris Mohammad Mansur membenarkan, yang bersangkutan menderita sakit. Dugaan ini dikuatkan dengan ditemukannya obat batuk dan obat asam urat.

“Soal, apakah Supasmi keracunan obat, kami belum bisa membuat kesimpulan,” imbuhnya.

Meski kematian Supasmi masih meninggalkan tanda tanya warga sekitar, jenazahnya tetap dikebumikan pada Jumat (30/1/2015) ini.

Seorang anaknya yang selama ini tinggal di Tegalgunung Kecamatan Blora, Sunaryanto, tampak sangat terpukul atas kepergian ibunya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan