Lepas dari Pengawasan, Perempuan Stroke Ditemui Tewas Terapung di Laut

Jumat, 2 Januari 2015 | 17:55 WIB
Jenazah Sonya Satya (55), warga RT 2 RW 2 Desa Pandean Kecamatan Rembang saat di kamat mayat RSUD R Soetrasno Rembang. (Foto:Pujianto)

Jenazah Sonya Satya (55), warga RT 2 RW 2 Desa Pandean Kecamatan Rembang saat di kamat mayat RSUD R Soetrasno Rembang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang, Jumat (2/1/2015) pagi, digemparkan oleh peristiwa penemuan mayat seorang perempuan di tepi pantai setempat.

Tujuh orang nelayan menemukannya dalam keadaan terapung di laut sebelah utara TPI Ngujung wilayah Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang.

Tak butuh waktu lama untuk mengetahui identitas perempuan itu. Sebab ada kartu pensiunan yang ditemui di balik bajunya.

Perempuan itu kemudian diketahui bernama Sonya Satya (55), warga RT 2 RW 2 Desa Pandean Kecamatan Rembang.

Tokoh warga Desa Pandean Kaseri mengaku langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima kabar penemuan mayat salah satu warganya.

“Keterangan yang saya peroleh dari salah satu putra korban, Bu Sonya masih ditemui di kediamannya pukul 00.00 WIB. Saat itu, putra korban yang belum lama menikah baru saja pulang, sebelum Mbak Yu-nya (kakak, red.) datang,” tuturnya.

Anak sulung korban yang kemudian datang dan tidak mendapati ibunya di rumah, mengira Sonya pergi menginap di tempat adiknya, padahal tidak.

“Baru ketika pagi hari, putra bungsu korban yang datang untuk mengirim sarapan, tidak mendapati ibunya. Setelah dicek ke rumah kakaknya, sang ibu juga tidak ada di sana,” sambungnya.

Sempat dicari tidak ketemu, hingga akhirnya, korban yang menderita stroke dan tak lagi bisa berbicara normal itu ditemukan nelayan terapung di laut pada sekitar pukul 06.00 WIB.

Seusai dievakuasi, Sonya diangkut menuju RSUD dr R Soetrasno Rembang untuk dilakukan autopsi. Polisi bersama tim medis tak sampai menemui tanda-tanda bekas kekerasan.

Kuat dugaan, korban jatuh terpeleset dan karena kencangnya ombak malam itu, korban tenggelam dan tidak kuasa berenang, sehingga kehabisan nafas dan akhirnya meninggal dunia.

“Korban meninggalkan dua orang anak yang kini telah berkeluarga dan tinggal terpisah dengan Sonya. Suaminya telah terlebih dahulu meninggal,” imbuh Kaseri.

Sonya sempat berwasiat agar ketika meninggal, dimakamkan di Klaten, di dekat pusara suaminya. Oleh karena itu, begitu selesai diautopsi, jenazah Sonya dibawa ke Klaten untuk dimakamkan.

Kasatreskrim Polres Rembang Iptu Eko Adi Pramono meminta kepada anggota masyarakat lainnya agar lebih memperhatikan orang tua yang sudah sakit-sakitan. Jika lepas dari pengawasan, bisa saja tertimpa nasib nahas.

“Korban meninggal dunia setelah tenggelam dan terseret ombak, sehingga terhanyut sampai ke Perairan Tanjungsari. Kebetulan, saat ini sedang berlangsung musim baratan, dimana angin dan ombak berembus kencang,” pungkas Kasatreskrim.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan