Perempuan Diduga Korban Pembiusan Ditemukan Tergeletak di Jalan Pohlandak

Selasa, 4 November 2014 | 13:42 WIB
Korban pembiusan tanpa identitas, perempuan paruh baya dengan ciri-ciri khusus tai lalat diatas bibir kanan umur sekitar 54 th, rambut hitam sepunggung, wajah oval, kulit sawo matang, tinggi badan 150 Cm dan berbadan gemuk. (Foto:Pujianto)

Korban pembiusan tanpa identitas, perempuan paruh baya dengan ciri-ciri khusus, tai lalat diatas bibir kanan umur sekitar 54 th, rambut hitam sepunggung, wajah oval, kulit sawo matang, tinggi badan 150 Cm dan berbadan gemuk. (Foto:Pujianto)

 

PANCUR, mataairradio.com – Seorang perempuan paruh baya ditemukan dalam kondisi tergeletak tidak sadarkan diri di tepi Jalan Lasem-Jatirogo, masuk wilayah Desa Pohlandak Kecamatan Pancur pada Selasa (4/11/2014) sekitar pukul 06.00 WIB. Perempuan berbadan gemuk ini diduga korban pembiusan.

Ketika pertama kali ditemukan di kawasan bong atau pekuburan China selatan lokasi kebakaran truk tronton boks kemarin (3/11/2014), tidak ada satupun identitas di tubuh perempuan bertinggi badan sekitar 150 centimeter dan berambut hitam sebahu ini.

“Warga menemukannya sekitar pukul 06.00 WIB. Karena dalam kondisi tidak sadarkan diri, perempuan tersebut kami larikan ke Puskesmas Lasem untuk dilakukan perawatan secara medis. Tidak kami temui tas, sandal, atau kartu identitas dari tubuh korban,” ungkap Kapolsek Pancur AKP Suwardi.

Pihaknya menduga, perempuan yang kali pertama ditemukan masih memakai pengikat rambut dan bertahi lalat di bagian pipi sebelah kanan ini, dibuang di tempat tersebut sekitar dini hari tadi.

“Kami belum bisa pastikan apakah perempuan ini merupakan korban tindak kejahatan. Namun kami duga kuat, yang bersangkutan korban pembiusan. Tak ada keterangan lain yang kami dapat, mengingat korban masih belum siuman,” tandasnya.

Yang dilakukan oleh pihak kepolisian adalah menyebarkan informasi kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dengan ciri lain kulit sawo matang dan wajah oval, segera datang ke Polsek Pancur atau Puskesmas Lasem.

“Kami umumkan kepada para kepala desa, barangkali ada warga atau masyarakatnya yang hilang. Ini kami lakukan sambil menunggu perkembangan info,” tegasnya.

Reporter mataairradio.com yang kemudian menyambangi Puskesmas Lasem sekitar pukul 11.00 WIB, mendapati perempuan diduga korban pembiusan itu masih tergeletak di salah satu kasur perawatan di puksesmas tersebut, dengan masih diinfus.

Dokter di Puskesmas Lasem Arif menyatakan, kondisi pasien secara umum baik dan normal. Namun, bius yang diberikan diduga terlalu banyak sehingga tingkat kesadarannya menurun drastis.

“Ini kita evaluasi dulu saja. Tensinya sempat drop dan dikhawatirkan dehidrasi, sehingga kita infus. Kita juga kasih oksigen agar tingkat kesadarannya cepat pulih,” terangnya.

Melihat kondisi pasien dengan tingkat kesadaran atau tidur sedemikian pulas, maka bius yang diberikan diduga dilakukan melalui media minuman. Adapun soal tanda-tanda kekerasan terhadap korban tidak ditemukan.

“Saat sampai di sini sekitar pukul 06.30 WIB, nggak kami temukan tanda kekerasan. Fisik normal dan nggak ada yang lecet. Cuma air liurnya keluar karena biusnya terlalu dalam,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan