Empat Desa di Rembang Miliki Perdes Pelestarian Lingkungan

Rabu, 11 Juni 2014 | 00:55 WIB
Mangrove Centre Pasar Banggi (Foto kesemat.blogspot.com).jpg

Mangrove Centre Pasar Banggi (Foto kesemat.blogspot.com).jpg

REMBANG, MataAirRadio.net – Empat desa di Kabupaten Rembang kini memiliki peraturan desa atau perdes mengenai pelestarian lingkungan hidup. Keempat desa ini adalah Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Kaliombo Kecamatan Sulang, Terjan Kecamatan Kragan, dan Sidorejo Kecamatan Sedan.

Di Desa Pasarbanggi misalnya, perdes ini digunakan untuk menuntun masyarakat guna menjaga kelestarian lingkungan. Rasno, Kepala Desa Pasarbanggi menjelaskan, amanat pelestarian lingkungan tidak terbatas pada hutan mangrove saja.

Menurutnya, perda yang baru diundangkan pada awal Juni ini, memuat pula aturan agar warga tidak membuang sampah secara sembarang. Tidak hanya kotoran ternak, tetapi juga manusia. Perintah pelestarian lingkungan Desa Pasarbanggi tercantum pada Perdes Nomor 3 Tahun 2014.

Rasno memastikan perdes tersebut tidak akan berakhir sebagai macan kertas. Sebab, di perdes itu juga dimuat sanksi tegas, jika ada warga yang melanggar. Hanya saja, sanksi tegas itu tidak berupa pidana atau denda dengan nominal tertentu.

Pihak desa akan menjatuhkan sanksi berupa kewajiban penggantian tanaman dalam jumlah lebih banyak, terhadap penebangan mangrove secara liar. Rasio penggantiannya satu berbanding 100. Jika menebang satu pohon secara liar, maka penebangnya wajib mengganti 100 bibit.

Sementara bagi mereka yang kedapatan membuang air besar secara sembarangan, pelakunya akan dipanggil di balai desa. Setelah itu nama warga yang bersangkutan akan ditulis di papan informasi desa. Jika mereka malu, maka kasus serupa diharapkan tidak terulang.

Sementara itu, Kepala Desa Terjan Abdul Hadi mengatakan, perdes tentang pelestarian lingkungan dilakukan untuk menjaga daerah yang dilindungi dari aksi penambangan. Selain itu, perdes juga memuat aturan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai kompensasi dari usaha pertambangan di daerahnya.

Karena kepemilikan Perdes tentang Pelestarian Lingkungan ini, kades di empat desa tersebut, mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat peringatan Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup tingkat Provinsi, Senin (9/6) kemarin. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



3 comments
  1. ciemut

    Juli 9, 2014 at 4:18 pm

    alaaaah…. orang – orang munafik semua suyadi dkk beranimu cuma sama orang – orang yang lemah??? pengecut… bukan suyadi yang melestarikan mangrove tapi orang warga sekitar yang hanya dibodohi dengan iming – iming uang tapi sampai sekarang setelah dia dapet nama di pemerintah uang 1 persen pun tak jatuh dari kantong suyadi,,,, hanya janji palsu belaka, apa masih pantas orang kaya gitu di bilang MANUSIA???

    Reply
  2. ciemut

    Juli 9, 2014 at 4:22 pm

    kasihan banget kalian yang dibohongi tipu muslihat suyadi,,,,, suyadi tu tidak lebih dari serigala berbulu domba,

    Reply
  3. ciemut

    Juli 10, 2014 at 10:20 am

    sebenarnya tanaman mangrove di pasar banggi bukan suyadi yang menanam tetapi warga pasar banggi yang mempunyai tambak di pesisir pantai bukan prakarsa kelompok yang di buat suyadi,,,suyadi hanya sekedar mencari keuntungan dan popularitas untuk kepentingan nya sendiri, kalian para pemerintah telah di bohongi suyadi. selama ini suyadi belum pernah mempunyai tanaman yang sebesar sekarang ini , dia cuma menikmati hasil dari jerih payah yang mempunyai tambak, dan kelompok yang di bangun sekarang hanya manipulasi belaka karena semua keuntungan hanya dinikmati suyadi dan keluarganya saja tapi orang yang berjerih payah tidak mendapatkan apa apa

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan