Perbedaan Jumlah Lolos Seleksi Tertulis Panwascam Undang Pertanyaan

Sabtu, 30 Mei 2015 | 16:59 WIB
Suasana koreksi jawaban para peserta tes tertulis calon panwascam Pilkada Rembang, Jumat (29/5/2015) sore kemarin. (Foto: Facebook Panwas Pilkada Rembang)

Suasana koreksi jawaban para peserta tes tertulis calon panwascam Pilkada Rembang, Jumat (29/5/2015) sore kemarin. (Foto: Facebook Panwas Pilkada Rembang)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Perbedaan jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi tertulis calon panwascam di setiap kecamatan oleh pihak Panwas Pilkada Rembang, Sabtu (30/5/2015), mengundang pertanyaan masyarakat.

Mereka rata-rata menyoal alasan Panwas Pilkada meloloskan hanya enam peserta di sejumlah kecamatan, tetapi meloloskan tujuh bahkan 10 peserta pada kecamatan yang lain.

Pamotan menjadi kecamatan yang paling banyak meloloskan peserta ke seleksi akhir wawancara dengan 10 orang. Disusul Sedan dengan 9 orang, Kragan 8 orang, dan Gunem, Sluke, Lasem, dan Bulu dengan masing-masing 7 orang.

Kemudian Rembang, Sarang, Sulang, Sale, Pancur, Sumber, Kaliori, dengan masing-masing enam orang. Total ada 101 dari 189 peserta tes tertulis yang lolos ke tahap wawancara.

Anggota Panwas Pilkada Rembang Eko Pulung Danudoro mengatakan, perbedaan jumlah peserta tes tertulis yang lolos ke tahap wawancara di beberapa kecamatan, terjadi karena nilai yang sama, sementara jumlah pendaftarnya membeludak.

“Pertimbangannya, ada beberapa peserta yang nilainya sama. Yang daftar di kecamatan itu juga membeludak. Bawaslu memberikan “range” sampai 9 atau lebih,” terangnya.

Dengan jumlah sebanyak itu, dia mengklaim, pihaknya tidak akan repot dalam menyelenggarakan tes wawancara karena dari sisi waktu masih memenuhi.

“Poses koreksi hasil pekerjaan peserta tes tertulis, selesai selepas isya. Koreksi berlangsung di bawah pengawasan tim asistensi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Segel kunci jawaban baru dibuka ketika mulai pencocokan hasil pekerjaan,” bebernya.

Menurutnya, tim asistensi mengawasi detail pencocokan, hingga diperoleh hasil dan pemeringkatan peserta yang lolos tes tertulis. Hasil tersebut langsung dibawa ke Bawaslu Provinsi di Semarang.

“Kami tidak tahu, apakah tim asistensi bermalam lagi di Rembang, ataukah langsung bertolak ke Semarang,” ujarnya

Pihak Panwas Pilkada dilarang kontak lagi dengan tim asistensi, untuk menjaga kemungkinan manipulasi data hasil seleksi.

Sementara itu, tes wawancara calon panwascam akan dilakukan pada 2 dan 3 Juni 2015. Peserta dari Kecamatan Sumber, Kaliori, Bulu, Rembang, Sedan, Sarang, dan Kragan, akan diwawancara pada 2 Juni 2015.

Sementara, peserta dari Kecamatan Sulang, Gunem, Sluke, Sale, Pancur, Lasem, dan Pamotan diwawancara pada 3 Juni nanti.

Tes wawancara tetap digelar di SMA Negeri 1 Rembang. Menurut Pulung, pemilihan kembali lokasi tersebut, karena hubungan yang sudah berlangsung baik.

Apalagi, saat sekarang, siswa Kelas III di sekolah itu, sudah tidak ada kegiatan belajar-mengajar. Lagi pula, jika di lokasi lain, khawatir kurang efisien.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto kepada mataairradio mengaku mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat tentang perbedaan jumlah peserta yang lolos tes tertulis, antarkecamatan.

“Ya intinya, karena nilai yang sama itu. Misalnya di Kecamatan A, setelah ranking keempat yang nilainya 81, di bawahnya ada empat orang yang nilainya sama; 80. Empat ini, kita loloskan semua. Apalagi jika di Kecamatan A, pendaftarnya banyak.

Tetapi jika selisihnya “njeglek” (gap lebar, red.), misalnya ranking keenam nilainya 80, tetapi ranking berikutnya nilainya 78, ya kita pangkas jadi enam saja sesuai batas minimal yang bisa masuk wawancara,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan