Perbaikan Pasar Pandangan Masih Jadi Perdebatan

Kamis, 5 Maret 2015 | 18:47 WIB
Sejumlah pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan, Minggu (22/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Sejumlah pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangan, Minggu (22/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Pelaksanaan perbaikan Pasar Pandangan yang terbakar pada 22 Februari kemarin masih menjadi perdebatan antara Dinas Perindagkop dan UMKM dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang.

Padahal pada pertemuan antara kedua instansi itu dengan pihak pelaksana tugas Asisten II Sekda Rembang, Kamis (5/3/2015) pagi, Dinas Perindagkop telah diminta untuk menunjuk pejabat pembuat komitmen dan bendahara pengeluaran pembantu untuk memperbaiki Pasar Pandangan.

Kepala Bidang Bina Pasar Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Waras membenarkan penunjukan itu.

“Mestinya BPBD yang melakukan perbaikan itu. Seba BPBD sudah punya PPK dan bendahara pengeluaran pembantu untuk penggunaan anggaran dari pos dana tak terduga,” katanya yang dihubungi seusai mengikuti pertemuan.

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Muntoha membenarkan masih terjadinya perdebatan antara pihaknya dengan BPBD soal perbaikan Pasar Pandangan.

“Disposisi penanganan Pasar Pandangan dari Plt Bupati dan Sekda Rembang memang sudah turun,” katanya.

Muntoha takut salah jika pihaknya yang melaksanakan perbaikan, karena anggaran untuk Pasar Pandangan itu diambilkan dari pos dana tak terduga APBD Rembang.

“Penggunaan dana itu, mesti atas pertimbangan kondisi darurat. Menurut ketentuan, BPBD memungkinkan menggunakannya,” ujarnya.

Dia menyebutkan, Dinas Perindagkop sudah menghitung kebutuhan anggaran penanganan Pasar Pandangan, sebesar Rp125 juta.

Dana itu akan digunakan untuk memperbaiki los lima yang terbakar habis.

“Soal perdebatan ini, kami sudah meminta petunjuk lebih lanjut dari Sekda Rembang,” katanya.

Saat dihubungi mataairradio, Kepala Pelaksana BPBD Rembang Suharso melempar kelanjutan rencana perbaikan Pasar Pandangan kepada Disperindagkop.

“Kami belum bisa pastikan (digarap oleh BPBD). Kita menanti saja petunjuk lebih detail (dari Sekretaris Daerah Rembang),” ujarnya singkat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan