Perbaikan Jalan Tahun Ini Dicicil untuk Tiga Poros

Selasa, 29 April 2014 | 16:11 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan perbaikan terhadap kerusakan jalan poros kecamatan di kabupaten ini akan dicicil dengan anggaran tujuh miliar rupiah.

Dia juga menyatakan, akan mengutamakan perbaikan terhadap jalan poros yang telah rusak parah. Hafidz menyebutkan, yang dikategorikan rusak parah antara lain jalan poros Kaliori-Sumber, Sumber-Sulang, dan Sumber-Landoh.

Meski demikian, penanganan kerusakan jalan akan disempurnakan pada tahun depan. Plt Bupati berjanji akan mengalokasi anggaran hingga Rp150 miliar melalui APBD 2015. Soal kenapa di 2015, Hafidz tidak menyebutkan.

Hafidz yang ditemui seusai memberikan sambutan di acara pameran buku di Balai Kartini Rembang, Selasa (29/4) siang mengatakan pula bahwa penanganan kerusakan jalan yang rusak sedang, akan dirampungkan pada tahun depan.

Dia menyebutkan, jalan poros yang disebut rusak sedang itu di antaranya ruas Sulang-Gunem, Japerejo-Pamotan, dan Sedan-Kragan. Dari ruas jalan tersebut pun, ada yang dicicil namun tidak signifikan di tahun ini.

Hafidz menambahkan, selain jalan poros kecamatan, ruas antar-desa pun akan mendapat penanganan. Sebelumnya dia menyebut 44 persen dari total panjang jalan di kabupaten ini, dalam kondisi rusak.

Di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Rembang untuk tahun 2013, Plt Bupati menyebutkan, hanya 55,51 persen total jalan di kabupaten ini, berkondisi baik.

Jika dibuat dalam kilometer, hanya 356 dari 642 kilometer total panjang jalan di Kabupaten Rembang yang bisa dilalui secara nyaman oleh warga. Namun meski sebagian jalan rusak, Hafidz mengklaim terjadi peningkatan investasi di Rembang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan