Usulan Perbaikan Infrastruktur Menggerojok di Musrenbangcam

Sunday, 23 February 2014 | 13:22 WIB
jalan Rusak

Sebuah mobil sedang menghindari jalan rusak.

PANCUR, MataAirRadio.net – Usulan perbaikan infrastruktur menggerojok alias mengalir deras saat pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang di berbagai kecamatan di Kabupaten Rembang. Di Kecamatan Pancur misalnya.

Kepala Desa Pancur Sunarto mengakui, kerusakan infrastruktur desa menjadi sorotan masyarakat. Dia menyebutkan, mulai dari jalan hingga drainase memerlukan perbaikan karena sudah rusak menahun.

Tidak hanya itu, sejumlah akses juga memerlukan peningkatan, karena yang sebelumnya marjinal kini menjadi akses vital. Sejumlah jalan di desanya diusulkan untuk dibangun dari nol.

Menurutnya, 75 persen usulan perbaikan infrastruktur di daerahnya sudah akan bisa direalisasi pada tahun ini. Menurutnya, selain dari dana aspirasi, perbaikan infrastruktur desa akan dikaver dengan dana bantuan dari Provinsi Jawa Tengah.

Anggota DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso juga mengatakan, usulan kegiatan fisik masih mendominasi di setiap musrenbangcam. Dia mencontohkan lain. Di Lasem, pemkab mengucurkan anggaran hingga Rp14 miliar untuk kegiatan fisik.

Puji menyebut dana sebesar itu mestinya sudah banyak mengkaver perbaikan infrastruktur. Tetapi kenyataannya, masih saja banyak usulan dari masyarakat melalui kepala desa, terkait penanganan infrastruktur.

Hanya saja di balik maraknya kegiatan fisik di lingkup desa, sejumlah persoalan pun muncul. Sebagian kalangan mengeluhkan kualitas proyek infrastruktur desa yang terkesan asal-asalan. Baru seumur jagung, jalan atau talut yang dibangun sudah rusak.

Dalam kesempatan terpisah, Camat Sluke Mardiyanto meminta kepada kepala desa dan badan permusyawaratan desa (BPD) untuk bersama aktif dalam pembangunan. Kepala desa diminta melaksanakan pembangunan secara transparan dengan pengawasan aktif dari BPD.

Menurutnya, pembangunan di tingkat desa menjadi sorotan setelah Pemerintah Pusat mengesahkan Undang-Undang Desa. Kucuran dana cukup besar ke setiap desa perlu disikapi agar pejabat desa tidak terjebak dalam praktek korupsi. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan