Pertunjukan Lintas Etnik akan Warnai Perayaan Imlek Lasem

Jumat, 5 Februari 2016 | 16:53 WIB
Dua orang warga sedang mempersiapkan perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Balai Kedamaian, Kompleks Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Jumat (5/2/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Dua orang warga sedang mempersiapkan perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di Balai Kedamaian, Kompleks Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi Kecamatan Lasem, Jumat (5/2/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Warga peranakan tionghoa di Lasem akan kembali menggelar pertunjukan lintas etnik untuk mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada 8 Februari nanti.

Pertunjukan akan digelar di kompleks Kelenteng Poo An Bio Desa Karangturi.

Rudi Hartono, ketua panitia acara tersebut menyebutkan, pertunjukan yang akan dimulai pada Minggu petang 7 Februari nanti itu rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Pj Bupati Rembang Suko Mardiono dan sejumlah pejabat teras pemkab setempat, juga direncanakan hadir,” terangnya.

Menurutnya, pertunjukan lintas etnik itu akan kembali mengangkat cerita kepahlawanan seorang pribumi bernama Raden Panji Margono dan dua orang etnik tionghoa bernama Oei Ing Kiat dan Tan Kee Wie saat melawan VOC pada tahun 1740-an.

“Pertunjukan lintas etnik itu akan disuguhkan oleh tim sendratari dari SMA Negeri 1 Sumber,” katanya.

Lewat acara bertajuk “Bersama Membangun Lasem” ini, ia berharap agar Kecamatan Lasem menjadi maju dan lebih baik.

“Apalagi Lasem memiliki sebutan beragam tapi unik, mulai Kota Pesantren, Kota Batik, dan Tiongkok Kecil,” katanya.

Ia yakin dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan tempat bersejarah di masa lampau, Lasem akan tumbuh menjadi kota yang terkenal di Nusantara.

Berdasarkan pantauan reporter mataairradio Jumat (5/2/2016) pagi, di kompleks Klenteng Poo An Bio, tampak sebagian masyarakat gotong-royong untuk mempersiapkan acara perayaan Tahun Baru Imlek. Tampak di antara mereka adalah warga pribumi setempat.

Namun persiapan serupa belum tampak di kelenteng lain. Di Kelenteng Gie Yong Bio Babagan dan di Kelenteng Cu An Kiong Jalan Dasun tampak belum dihiasi lampion, padahal imlek tinggal dua hari lagi.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan