Peraturan Bupati Rembang tentang Kampanye Dianggap Tidak Berguna

Kamis, 30 Januari 2014 | 17:52 WIB
Sekitar 50 lembar atribut caleg berbentuk mini banner disita dari berbagai titik di wilayah perkotaan oleh aparat Satpol PP Kabupaten Rembang pada Rabu (15/1) pagi.

Sekitar 50 lembar atribut caleg berbentuk mini banner disita dari berbagai titik di wilayah perkotaan oleh aparat Satpol PP Kabupaten Rembang pada Rabu (15/1) pagi.

REMBANG, MataAirRadio.net – Peraturan Bupati atau Perbup Rembang mengenai pedoman pemasangan alat peraga kampanye calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik dianggap tidak berguna. Sebab, meskipun sudah diterbitkan aturan itu, sebagian besar caleg dan parpol nekat bahkan seolah sengaja melanggarnya.

Kamis (30/1) pagi, aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) Kabupaten Rembang kembali menertibkan ratusan alat peraga kampanye caleg yang dipasang secara melanggar di berbagai titik di kawasan Kecamatan Kota Rembang. Padahal belum lama ini, Satpol juga sudah melakukan penertiban.

Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno menyebut, sebagian caleg ditengarai sengaja melanggar aturan pemasangan atribut atau alat peraga kampanye. Buktinya, hampir semua atribut yang ditertibkan merupakan alat peraga kampanye yang dipasang dengan cara memakunya di pohon.

Namun meski mengaku jengkel dengan maraknya pelanggaran Perbup Nomor 39 Tahun 2013 tentang Pedoman Pemasangan Atribut Kampanye, Sudarno masih memberikan toleransi kepada caleg dan parpol. Alat peraga kampanye yang disita dan disimpan di Markas Satpol PP masih boleh diambil oleh caleg yang bersangkutan dengan syarat menyatakan tidak akan mengulang pelanggaran serupa.

Hanya saja, Sudarno menegaskan, pihaknya memberikan waktu satu bulan saja untuk mengambil atribut kampanye caleg yang telah dipreteli. Jika sampai sebulan, caleg atau parpol belum juga mengambilnya, atribut kampanye itu akan dibakar atau dilempar ke tempat sampah.

Ketua Panwaslu Rembang Muchlis Ridlo juga mengaku tidak habis pikir sekaligus menyesalkan tindak nekat para caleg yang melanggar perbup. Langkahnya menempel stiker melanggar pada atribut yang dipasang tidak sesuai aturan, mestinya efektif, namun belum diikuti kesadaran dari para caleg.

Namun dia menyatakan tidak akan bosan merekomendasikan penertiban kepada KPU dan Satpol PP Kabupaten Rembang. Panwaslu berharap kepada KPU Kabupaten Rembang agar mengingatkan caleg melalui tim kampanye parpol di masing-masing tingkatan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan