Perangkat Desa Rembang Empat Bulan Tak Bayaran

Senin, 13 April 2015 | 18:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: teropongbisnis)

Ilustrasi. (Foto: teropongbisnis.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebanyak 2.144 perangkat desa di Kabupaten Rembang sudah empat bulan ini belum menerima bayaran. 1991 orang di antaranya memang masih bisa memanfaatkan hasil dari lahan bengkoknya, tetapi 153 perangkat desa lainnya harus “gigit jari” karena tak berbengkok.

Risdiyanto, salah satu perangkat Desa Gegunung Wetan Kecamatan Rembang berharap penghasilan tetapnya bisa segera dibayar oleh Pemerintah. Dirinya mengaku tahu penyebab belum terkucurnya penghasilan perangkat desa, antara lain karena belum jelasnya besaran dana-dana dari Pemerintah ke desa.

Pihaknya mengaku siap membantu desanya untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Namun APBDes belum bisa dibuat karena besarnya dana desa, alokasi dana desa, bagi hasil pajak dan retribusi, serta bantuan keuangan untuk desa, belum jelas. Sosialisasi pun belum dilakukan.

“Berharap segera ada pembayaran penghasilan, itu jelas. Namun kami tahu, dari pelatihan yang kami ikuti di provinsi, penghasilan tetap perangkat desa tak bisa dicairkan kalau APBDes belum disusun. Di sini, bagaimana menyusun APBDes, Perbup yang memuat nilai dana-dana saja belum ada,” katanya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanuddin yang dihubungi secara terpisah mengaku belum bisa memenuhi harapan perangkat desa agar segera menerima penghasilan tetap atau siltap mulai Januari hingga April ini. Pasalnya, peraturan bupati atau perbup pendukungnya belum beres.

Menurutnya, terjadi perubahan nilai dana desa dari Pusat untuk Rembang, dari Rp39,1 miliar menjadi Rp97,1 miliar. Perubahan itu memengaruhi ploting dana ke setiap desa. Akhsanuddin menegaskan, perbup yang memuat ploting dana desa itu perlu diubah dan baru beres pada akhir bulan ini.

Dia mengakui, muncul gelombang pertanyaan dari para perangkat desa soal belum bisa dicairkannya penghasilan tetap mereka. Namun Akhsanuddin yakin perangkat desa bisa memahami, karena hal itu terjadi bukan karena kelambanan Pemkab Rembang. Dia berharap penghasilan perangkat desa cair Mei ini.

“Sebenarnya perbupnya sudah siap awal April. Tetapi kan ada perubahan nilai dana desa untuk Rembang. Jadi mesti merubah lagi Perbup. Kami targetkan akhir April ini beres. Saya memang banyak ditanyai perangkat desa. Namun mereka bisa memahami,” terangnya.

Seperti diketahui, tiap desa di Kabupaten Rembang bakal menerima jatah dana rata-rata sekitar Rp621 juta per tahun. Jatah anggaran ini berasal dari APBD dan APBN. Menurut Bupati Rembang Abdul Hafidz, kabupaten ini menerima kucuran dana desa dari Pusat sebesar Rp97,1 miliar.

Di luar dana dari APBN itu, Pemkab Rembang juga akan mengucurkan alokasi dana desa sebesar Rp81,3 miliar. Dengan demikian, jika ditotal, maka akan ada kucuran dana Rp180 miliar untuk 287 desa di kabupaten ini. Apabila dibagi rata, tiap desa bisa menerima jatah Rp621 juta.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan