Dijelaskan Peran DPU di Kasus PPID, Penyidik Cuma Senyum

Selasa, 29 April 2014 | 16:36 WIB
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Agus Supriyanto. (Foto:Aliansijurnalisrembang)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang Agus Supriyanto. (Foto:Aliansijurnalisrembang)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tersangka kasus dugaan korupsi dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011 Agus Supriyanto kembali diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Rembang, Selasa (29/4) siang.

Di hadapan penyidik, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Rembang ini menjelaskan secara detail peran dari DPU atau Dinas Pekerjaan Umum setempat, berkaitan dengan kasus yang membelitnya.

Melalui Kuasa Hukumnya Darmawan Budiharto, Agus menerangkan ada dana Rp2,6 miliar dari DPU di lokasi proyek yang juga digarap oleh dinas tersebut. Namun saat dijelaskan mengenai peran DPU ini, penyidik senyum-senyum saja. Darmawan tak menafsirkan, arti senyum itu.

Seusai pemeriksaan kembali terhadap Agus Supriyanto, terungkap pula bahwa penahanan terhadap pejabat berbadan tegap ini diperpanjang lagi untuk 30 hari ke depan. Menurut Darmawan, penahanan kliennya diperpanjang mulai 30 April hingga 29 Mei 2014.

Namun pengacara berambut panjang ini tak melihat kesan penyidik mengulur-ulur penanganan kasus ini. Menurutnya, belum dilakukannya pelimpahan berkas perkara dan tersangka Agus ke Pengadilan Tipikor, lantaran pertimbangan teknis.

Darmawan memperkirakan, pelimpahan berkas perkara kliennya akan dilakukan bersamaan dengan kehadiran Agus sebagai saksi di sidang perkara terdakwa Abdul Muttaqin; orang yang juga berperkara di kasus PPID. Waktunya, sekitar tiga minggu lagi.

Agus Supriyanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana PPID tahun 2011 yang dianggap merugikan negara Rp1,5 miliar. Agus ditahan sejak 30 Januari 2014. Dalam proses penyelidikan kasus ini, Agus sempat menyerahkan uang Rp20 juta yang diakui sebagai fee proyek.

Berdasarkan berita acara pengukuran nilai aset yang dilakukan secara bersama antara Dinas ESDM dan DPU, pemeliharaan dan peningkatan jalan Wonokerto dan Tahunan Kecamatan Sale serta Tegaldowo Kecamatan Gunem, dibiayai dengan tiga sumber pembiayaan. (Pujianto)




One comment
  1. doni

    April 30, 2014 at 4:19 am

    sudah terlalu banyak fakta dan data pelanggaran dan pelecehan hukum yang dilaukan JPU kejari rembang seperti Yusuf ini… kalo mau diteruskan kelakuannya yang mencoreng korp kejaksaan dan track record penegakan hukum ya monggo… wong semua tak mungkin tidak meninggalkan jejak… dan Yusuf itu siapa dimuka aparat penegakan hukum yang lebih besar?? upaya penegakan hukum dirembang jauh lebih penting dari perosalan satu dua orang. karena kehancuran pemerintahan di rembang sudah tidak bisa diterima akal sehat. karena itu penegak hukum jangan melakukan tebang pilih, baik orang DPU maupun ESDM dan orang-orang Salim semua harus ditindak karena mereka semua lingkaran bajingan yang merugikan dan merusak moral dan fisik kepentingan rakyat banyak di rembang!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan