Peralihan Musim, Angin dan Petir Muncul di Rembang

Rabu, 9 April 2014 | 17:16 WIB
ILustrasi (Foto:Rif)

ILustrasi (Foto:Rif)

SALE, MataAirRadio.net – Sapuan angin dan sambaran petir yang menyertai hujan deras, muncul di Kabupaten Rembang, setidaknya dalam tiga hari terakhir. Seiring itu, satu rumah di Desa Dorokandang Kecamatan Lasem roboh akibat terjangan angin pada Senin (7/4) sore lalu, dan satu orang perempuan tani di Desa Seren Kecamatan Sulang tewas akibat disambar petir, Selasa (8/4) kemarin.

Rabu (9/4) pagi, hujan deras yang menandai masa peralihan musim juga memunculkan longsor di ruas jalan antar-Dukuh Pakel dengan Dukuh Sumberwungu Desa Tahunan Kecamatan Sale. Ada dua titik di ruas jalan sepanjang lebih dari tiga kilometer itu yang amblas sebagian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, peralihan musim hampir selalu ditandai dengan hujan lebat disertai angin dan petir. Pada saat seperti ini, pihaknya meminta kepada masyarakat agar kembali waspada bencana.

Angin kencang menerjang rumah milik warga Desa Dorokandang bernama Kasturi, hingga ambruk. Rumah yang berada di sebelah timur Puskesmas Lasem ini roboh pada atap rumah bagian depan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena semua penghuninya pergi. Namun kerugian material ditaksir mencapai lima juta rupiah.

Adapun sambaran petir merenggut nyawa Sumarah, perempuan tani dari RT 1 RW 2 Desa Seren. Sebelum ajal menjemput, perempuan 32 tahun ini, pergi ke sawah, untuk mengambil sisa padi yang baru selesai panen di utara desa. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan dua orang anak.

Suharso mengaku belum perlu menerbitkan surat edaran khusus ke setiap kecamatan mengenai kewaspadaan bencana di peralihan musim. Sebab, di setiap kali rapat koordinasi antara camat dan SKPD terkait, pihaknya sudah menyampaikan imbauan kewaspadaan daerah dari bencana di masa pergantian musim dari penghujan ke kemarau.

Disinggung mengenai bantuan untuk para korban bencana di masa peralihan musim, Suharso mengaku akan mengusulkan kepada Pelaksana Tugas Bupati, untuk membantu korban bencana angin kencang. Jika lancar, maka seminggu lagi bantuan bisa cair.

Sementara untuk bantuan terhadap korban sambaran petir, akan dikomunikasikan dengan Palang Merah Indonesia Rembang. Adapun mengenai penanganan pasca-longsor, pihaknya menunggu laporan resmi dari Pemerintah Kecamatan Sale. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan