Perajin Inginkan Pasar Akik di Rembang

Minggu, 28 Juni 2015 | 14:30 WIB
Ahmad Nurhidayat menunjukkan akik produksinya. (Foto: Pujianto)

Ahmad Nurhidayat menunjukkan akik produksinya. (Foto: Pujianto)


SULANG, mataairradio.com –
Para perajin batu akik di wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang menginginkan adanya pasar atau sentra produk kerajinan itu di Kabupaten Rembang. Terus tingginya minat warga untuk mengoleksi perhiasan batu akik menjadi salah satu dasar menyampaikan keinginan itu.

Darno, salah seorang perajin batu akik di Desa Kemadu menyebutkan, saat ini sejumlah daerah memiliki sentra penjualan batu akik.

Sebut saja sentra yang paling besar di Jatinegara, Jakarta atau sentra baru di daerah Pasar Turi Surabaya dan kawasan Pasar Beras Semarang.

“Pasar atau sentra penjualan kerajinan batu akik cukup prospektif dibuat, mengingat produk ini tak akan lekang oleh zaman. Apalagi, batu akik tak lagi dimaknai sebagai barang mistik,” kata dia.

Darno sendiri mengaku masih mengerjakan puluhan pesanan batu akik dari daerah seperti Lasem dan Batangan-Pati.

Ahmad Nurhidayat, perajin batu akik lainnya di desa ini mengaku baru sebatas menjajakan produk kerajinan yang dihasilkannya lewat koperasi pegawai di Rembang.

“Saya biasa menjual per mata batu akik dengan harga rata-rata Rp250.000 dan sudah berhasil melego beberapa mata akik,” terangnya.

Pria yang gagal bersaing menjadi Kades Kemadu sehingga menekuni hobi membuat batu akik ini mengaku sepakat jika Rembang memiliki sentra penjualan produk kerajinan tersebut.

“Apalagi kini batu akik tidak digemari oleh kaum pria saja. Wanita juga sekarang memakainya,” katanya.

Dia mengaku biasa memproduksi batu akik dari bahan yang terdapat dari timbunan pasir cepu. Tetapi dia terkadang mencari batu bahan akik dengan cara menyusuri kali tua di desanya.

“Beberapa produksinya seperti jenis kecubung atau kristal air,” ungkapnya.

Di Kemadu ada belasan warga yang terlibat sebagai perajin batu akik. Sementara di Rembang, penjualan perhiasan batu akik mulai tampak bergairah saat digelar di Rembang Expo.

Saat ini, para penjual batu akik seperti tersentra di utara Alun-alun Rembang, setiap pagi hingga siang hari.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan