Perajin Bordir Sedan Lirik Blog Marketing Perluas Pemasaran

Tuesday, 29 April 2014 | 16:29 WIB
Produksi bordir di Kecamatan Sedan.

Produksi bordir di Kecamatan Sedan.

SEDAN, MataAirRadio.net – 25 perajin yang tergabung dalam Klaster Bordir Sedan mulai melirik pembuatan blog marketing di internet untuk memperluas area pemasaran. Selama ini mereka hanya menggarap penjualan dalam jaringan atau online melalui jejaring sosial dan blackberry messenger.

Ketua Klaster Bordir Sedan Zawinuha mengatakan, pemasaran melalui internet mulai dianggap penting bagi perajin. Grosir produk bordir di luar daerah seperti Malang, Solo, dan luar Pulau Jawa, belakangan mulai sering meminta kiriman sampel produk dalam waktu cepat.

Sementara, contoh kerajinan bordir yang dikirim melalui jejaring sosial dan BBM, masih memerlukan banyak informasi tambahan. Sebut saja deskripsi utuh produk hingga informasi seputar produksi dan harga.

Pihaknya berharap adanya bantuan dari institusi terkait, guna mendampingi mereka dalam menggarap pemasaran melalui internet berbasis blog atau website. Namun, jika pun ada yang bersemangat mendampingi, mereka berharap dilakukan setelah Lebaran nanti.

Ketua Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Rembang Syaiko Rosyidi mengatakan, menggarap marketing online untuk bordir, tidak cukup dengan mengandalkan jejaring sosial dan blackberry messenger.

Menurutnya, jejaring sosial dan BBM lebih cocok untuk penjualan dalam jaringan atau online. Sementara marketing online lebih cocok dengan pembuatan blog atau website.

Syaiku juga menjelaskan, penjualan online berbeda dari pemasaran dalam jaringan. Penjualan online fokus pada kebutuhan penjual, sehingga produsen sibuk dengan kebutuhan menjual alias mengubah produk atau jasa menjadi uang tunai.

Sementara pemasaran atau marketing online fokus pada kebutuhan pembeli, sehingga produsen sibuk dengan pemikiran untuk memuaskan kebutuhan dari pelanggan melalui produk dan keseluruhan barang yang berhubungan dengan produksi, distribusi, hingga konsumsinya.

Di sentra produksi kerajinan bordir, belum semua perajin berserikat dalam klaster. Menurut Zawinuha, dua pengusaha bordir yakni di Desa Sedan Kecamatan Sedan dan Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, enggan bergabung ke klaster dengan alasan sungkan dan malas kumpul dengan perajin lainnya. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan