Perairan di Laut Rembang Masih Tercemari Limbah Pabrik

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:42 WIB

Aliran limbah dari perusahaan pengolahan ikan di Dusun Matalan Desa Purworejo-Kaliori yang dibuang ke laut. Limbah berwarna hitam pekat dialirkan langsung ke laut. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 
REMBANG, mataairradio.com – Kondisi perairan di Laut Rembang masih tercemar oleh limbah dari aktivitas industri setempat.

Atas kondisi itu sebagian wilayah pantai di Rembang kondisinya berlumpur dan berbau, sebagaimana di Objek Wisata Pantai Pasir Putih di Desa Tasikharjo-Kaliori.

Menurut Kepala DLH Kabupaten Rembang Suharso, persoalan limbah yang dibuang ke laut pihaknya hanya mampu mengawasi tanpa bisa menindak.

Kewenangan untuk menindak adalah ranah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kami hanya memiliki kewenangan untuk memberikan imbauan atau saran mengenai pengelolaan limbah sesuai standar,” ujarnya.

Sudiyono HRD PT Karya Mina Putra salah satu perusahaan pengolahaan ikan di Kecamatan Kaliori mengaku belum memiliki izin atas pembuangan limbah ke laut.

Ia mengatakan, perizinan itu sudah diproses sejak tiga bulan lalu, namun hingga kini belum selesai.

“Sebenarnya kami sudah memiliki IPAL (Instalasi Pengolahaan Air Limbah). namun belum berfungsi secara maksimal. Jadi limbah belum terolah sebagaimana prosedur yang ditentukan,” terangnya.

Berdasarkan data dari DLH Kabupaten Rembang sampai Juli ini, tercatat hanya sekitar dua perusahaan di bidang industri perikanan yang memiliki IPAL memadai.

Lainnya, lebih dari 10 perusahaan tidak memiiki IPAL atau memiliki namun kondisinya sangat sederhana tidak sesuai dengan kapasitas limbah yang dihasilkan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan