Penyelesaian Tiga Proyek di Sumber Terancam Molor

Selasa, 4 Desember 2018 | 19:10 WIB

Kondisi Proyek Pembangunan Puskesmas Sumber, pada Selasa (4/11/2018) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

SUMBER, mataairradio.com – Penyelesaian tiga proyek milik Pemerintah Kabupatenn Rembang di Kecamatan Sumber tahun anggaran 2018, terancam molor atau tidak selesai tepat waktu.

Tiga proyek itu diantaranya adalah proyek dari Dinas Kesehatan berupa Pembangunan Puskesmas Sumber, proyek dari Dinperindagkop berupa pembangunan Pasar Sumber, dan proyek dari DPUTARU berupa Peningkatan Jalan Kedungasem-Tlogotunggal.

Berdasakan informasi yang diterima mataairradio.com, progres terkini pengerjaan Puskesmas Sumber yang dikerjakan oleh PT Nahendra Putra baru mencapai 65 persen. Padahal, proyek senilai Rp5.664.892.999, semesetinya harus selesai pada sekitar pekan ketiga Desember ini.

Bambang Sugito selaku Direktur PT Nahendra Putra mengaku sedang mempertimbangkan meminta perpanjangan waktu kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Hal itu sebagai upaya antisipasi, jika sampai batas waktu kontrak, proyek belum juga selesai.

Menurutnya, untuk mengejar target agar pekerjaannya selesai tepat waktu pihaknya sudah mengerahkan pekerja hingga seratus orang untuk bekerja sampai tiga waktu. Jam lembur diberlakukan hingga malam hari.

“Kemungkinan akan ada perpanjangan waktu pengerjaan, kami manfaatkan secara aturan. Kami usahakan (pengerjaan, red.) selesai tepat waktu. Pekerjaan yang belum diantaranya kuda-kuda rangkap baja granit,” terangnya.

Kondisi lebih parah lagi terjadi pada proyek pembangunan Pasar Sumber dari Dinperindapkop.

Hingga awal Desember 2018, progres proyek yang dikerjakan oleh PT Kartika Manunggal Putra dengan nilai kontrak Rp5.412.897.000 itu baru mencapai 54 persen. Padahal, proyek tersebut harus selesai pada 17 Desember mendatang.

Deni Puspita Adi perwakilan konsultan proyek dari CV Fida Consultan mengungkapkan, berdasarkan perencanaan, seharusnya progres pengerjaan proyek pada awal Desember 2018, sudah mencapai 71 persen.

Ia mengungkapkan ada beberapa kendala diantaranya stok material yang tidak disiapkan sebelumnya dan adanya polemik penempatan bak sampah, sehingga sedikit menganggu pengerjaan.

“Yang belum dikerjakan pemasangan keramik dan atap. Kontraktor akan memperpanjang waktu pengerjaan, karena progresnya tidak sesuai. Dipastikan hingga 17 Desember proyek belum selesai,” bebernya.

Anggota Komisi C DPRD Rembang, Puji Santoso mengatakan, supaya rekanan bekerja secara sungguh-sungguh, memanfaatkan sisa waktu pengerjaan yang masih ada.

Selain itu, imbuhnya, seiring datangnya musim hujan rekanan jangan mengurangi kualitas pengerjaan.

Disinggung mengenai blacklist, Puji mengatakan, kemungkinan ada potensi sanksi blacklist terhadap rekanan, jika ditemukan salah satu kesalahan dalam pengerjaan.

Menurutnya, kebijakan tersebut bisa berlaku terhadap rekanan yang pekerjaannya tidak selesai sesuai kesepakatan kontrak.

“Kalau alasannya masuk akal, perpanjangan waktu, boleh lah. Kalau ternyata rekanan tidak mengerjaan dengan waktu efektif, seperti kontrak September kok baru dikerjakan Desember, ya bisa diblacklist,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satu proyek yang juga mengecewakan adalah pembangunan Jalan Kedungasem-Tlogotunggal.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Sumber Karya dengan nilai kontrak Rp880.350.000 tersebut, terpantau masih dalam tahap penggalian saluran dan belum masuk ke pekerjaan jalan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan