10 Penyelam Disiapkan Antisipasi Bencana di Penghujan Rembang

Jumat, 21 November 2014 | 13:17 WIB

 

Ilustrasi pelatihan Tim SAR. (Foto:mataairradio.com

Ilustrasi pelatihan Tim SAR. (Foto:mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menyiapkan sebanyak 10 orang penyelam profesional sebagai antisipasi datangnya banjir dan longsor di musim hujan ini.

“Tiga hari kemarin, kami sudah latih 10 orang untuk keperluan penyelaman. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, maka bisa membantu,” kata Kepala BPBD Rembang Suharso yang diminta tanggapannya mengenai antisipasi penanganan bencana di musim hujan ini, Jumat (21/11/2014) pagi.

Dia juga mengatakan, barang-barang untuk menanggulangi bencana seperti perahu karet, pelampung, dan peralatan lain yang diperlukan telah disiapkan. Ia menyebutkan, peralatan itu siap dikirim sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.

“Kita siapkan penyelam dan peralatan penanganan bencana di perairan, karena di Rembang cukup banyak kasus orang tenggelam di embung, sungai, atau di sumur. Terlebih banjir beberapa kali datang saat musim hujan,” terangnya.

BPBD sendiri mencatat ada beberapa wilayah yang masuk kategori rawan banjir di Rembang. Wilayah itu rata-rata berada di bantaran aliran sungai seperti Pamotan, Lasem, dan Pancur. Selain juga Kragan dan Kaliori.

“Bencana banjir akibat luapan sungai juga kami antisipasi. Fokusnya menangani manusianya. Kita sih berharap tidak ada lagi banji bandang pada tahun ini,” tandasnya.

Tahun 2013, beberapa daerah tergenang banjir seperti di Kecamatan Kaliori, Lasem, Sedan, dan Kragan. BPBD turun tidak hanya dengan peralatan namun juga bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia, menyangkut logistik makanan.

“Selain menyiapkan 10 penyelam, kita juga intensifkan kontak dengan setiap pos siaga bencana di 14 kecamatan. Saling kontak. Kami informasikan kondisi terkini prakiraan cuaca ke setiap kecamatan, sedangkan kecamatan juga secara cepat menginformasikan bencana yang terjadi,” ujarnya.

Suharso menambahkan, pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang tahun lalu terdampak banjir maupun tanah longsor, segera tuntas dilakukan sebelum musim hujan mencapai puncaknya.

“Pembenahan aliran sungai di wilayah Sendangasri-Lasem kemudian perbaikan tebing longsor di daerah Gunungsari-Kaliori, semoga segera tuntas sebelum puncak penghujan. Yang lain yang belum ditangani, akan ditangani secara bertahap,” imbuhnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir peringatan dini prakiraan cuaca, bahwa akan terjadi hujan ringan hingga sedang pada menjelang sore hingga malam hari di Jawa Tengah pada 21 November ini.

Di wilayah Kabupaten Rembang, BMKG memprakirakan akan terjadi hujan ringan hari ini (21/11/2014) dengan suhu 24-34 derajat celcius, kelembaban udara 55-90 persen, serta kecepatan angin 30 kilometer per jam dari arah tenggara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan