Drama Penyanderaan 15 Kapal di Masalembu Berakhir dengan Rp750 Juta

Kamis, 6 November 2014 | 17:07 WIB
Daftar nama 15 Kapal Rembang yang disandera di Masalembu. (Foto:Pujianto)

Daftar nama 15 Kapal Rembang yang disandera di Masalembu. (Foto:Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Drama penyanderaan 15 kapal berikut 370 awak dari Kecamatan Sarang dan Kragan Kabupaten Rembang di Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, disebut sudah berakhir pada Kamis (6/11/2014) sekitar pukul 12.00 WIB.

Drama penyanderaan berakhir, setelah tim negosiator dari Rembang terpaksa sepakat dengan nilai tebusan yang diinginkan elit empat kelompok nelayan di Desa Masalima Kecamatan Masalembu.

“Ini sudah berakhir drama penyanderaan 15 kapal dengan denda Rp50 juta per satu kapal. Awalnya dimintai Rp150 juta per kapal. Ini sudah ada deal. Saya informasinya dari pemilik kapal yang ikut di perundingan tadi. Kalau dikira fitnah, saya ada rekamannya,” ungkap Ketua LSM Akasia Masalembu M Akib.

LSM Akasia adalah lembaga swadaya masyarakat Masalembu yang semestinya memberi advokasi pembebasan 15 kapal dan 370 awak dari Rembang, tetapi gagal karena ditolak masuk dalam rumah perundingan.

Pihak Akasia dan kelompok nelayan lain yang tidak setuju dengan cara-cara penyanderaan dalam menyelesaikan masalah perairan, tak sampai melakukan konfrontasi karena khawatir terjadi bentrok antarkelompok nelayan.

“Soal cara bayarnya cash (tunai) atau transfer, saya tidak memiliki informasi yang cukup. Ini sekarang sedang proses pengeluaran dokumen yang disita oleh kelompok nelayan. Soal pembebasan kapal dan awak, setelah uangnya mereka terima,” katanya.

Dia yang dihubungi mataairradio.com melalui sambungan telepon menegaskan, banyak kelompok nelayan di Masalembu yang tidak setuju dengan tindak main hakim sendiri seperti yang dilakukan terhadap 15 kapal dari Rembang.

“Ada empat kelompok dari delapan kelompok nelayan di Masalembu yang tak sepakat dengan cara main hakim seperti itu (menangkap dan meminta uang tebusan, red.). Kita maunya, mereka yang melanggar ya dibawa ke ranah hukum. Itu sudah disepakati 4.000 perwakilan nelayan Masalembu,” katanya.

 

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan