514 Penyandang Tunanetra di Rembang Terancam Golput

Selasa, 25 Maret 2014 | 14:43 WIB
Ilustrasi. Surat suara khusus bagi pemilih yang menyandang tunanetra. (Foto:antara)

Ilustrasi. Surat suara khusus bagi pemilih yang menyandang tunanetra. (Foto:antaranews.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Ratusan pemilih tunanetra di Kabupaten Rembang terancam tidak dapat memberikan hak suaranya pada Pemilu 9 April 2014. Sebab hingga Selasa (25/3) siang, lembar surat suara khusus atau template braille bagi penyandang tunanetra untuk pemilihan anggota DPR ternyata tidak disediakan KPU. KPU hanya menyediakan surat suara khusus untuk pemilu DPD.

Jumlah pemilih tunanetra di Kabupaten Rembang mencapai 514 pemilih, tersebar di 14 kecamatan. Seperti warga biasa, mereka seharusnya juga memiliki hak yang sama. Namun sayangnya pada pemilu legislatif 9 April mendatang, mereka terancam kehilangan hak suara akibat tidak adanya template surat suara.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Suud menjelaskan, jika sampai H-3 Pemilu nanti, KPU Pusat tidak juga mengirimkan surat suara khusus bagi penyandang tuna netra untuk pemilihan anggota DPR, pihaknya akan menerapkan pendampingan oleh anggota KPPS. Ini dilakukan agar penyandang cacat tidak golput.

Anggota Panwaslu Kabupaten Rembang Eko Pulung mengatakan, KPU wajib menyediakan surat suara baik bagi pemilih yang normal maupun yang berkebutuhan khusus. Dia yakin KPU akan berupaya untuk mengadakan surat suara bagi pemilih penyandang disabilitas. Karena jika sampai pada waktunya surat suara khusus tidak ada, maka KPU melanggar ketentuannya sendiri.

Menurutnya, setiap orang yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, berhak menyalurkan hak pilih pada saat pemilu. Dan ada cara lain yang bisa digunakan, jika surat suara khusus tidak dikirimkan oleh KPU Pusat. Yakni dengan menggunakan formulir C3 atau surat pernyataan mewakilkan atau pendampingan.

Hanya saja, pendampingan terhadap pemilih berkebutuhan khusus terutama tunanetra, rentan dengan unsur pelanggaran. Pendamping bisa menyalahgunakan hak pilih mereka. Karena itu, Panwaslu akan berkoordinasi dengan KPU untuk menyikapinya.

Sementara itu, Kepala Sub-Bagian Umum Sekretariat KPU Kabupaten Rembang Bagus Gede Prabowo mengatakan, surat suara khusus bagi penyandang tunanetra kini masih disimpan di gudang milik KPU. Jumlahnya 1.777 lembar atau sejumlah TPS yang ada. Pihaknya belum melakukan penyortiran, sehingga jumlah surat suara yang rusak belum bisa diketahui. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan