Penyaluran Dana Kompensasi BBM Rembang Diwarnai Protes

Senin, 24 November 2014 | 13:11 WIB
Suasana penyaluran dana PSKS di Kantor Pos Rembang, Senin (24/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

Suasana penyaluran dana PSKS di Kantor Pos Rembang, Senin (24/11/2014) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk warga di wilayah Kabupaten Rembang, Senin (24/11/2014) pagi mulai disalurkan. Penyalurannya dilakukan secara bertahap hingga awal Desember.

Di Kantor Pos Rembang, hari ini, giliran warga penerima dari Desa Sumberjo dan Pulo Kecamatan Rembang yang menerima. Umumnya, para penerima memilih untuk mencairkannya, ketimbang menyimpannya sebagai tabungan.

Hatimah, warga Dusun Grajen Desa Sumberjo mengaku memilih mencairkan seluruh dana PSKS yang diterimanya, yakni Rp400 ribu, atau untuk dua bulan sekaligus.

“Tak cairkan semua Mas. Untuk bayar sekolah anak. Anak saya tiga. Yang sulung Kelas II SMEA, yang kedua dan ketiga, masih Kelas VI dan Kelas II SD,” katanya yang ditemui seusai mencairkan dana PSKS.

Ina, warga penerima lainnya dari Dusun Grajen juga mengaku mencairkan seluruh jatah dana PSKS-nya. Selain untuk membayar sekolah dua anaknya, dia juga akan menggunakan sebagian dana PSKS yang diterima untuk menyambung modal usaha kecilnya.

“Sama. Untuk bayar sekolah dan nambahi modal. Suami saya kerja jualan jajanan secara keliling di Sulang. Ini lumayan membantu, meski tak seberapa,” katanya yang ditemui masih mengantre pencairan PSKS di Kantor Pos Rembang.

Sukardi, Kaur Kesra Desa Sumberjo mengaku mendampingi sekitar 461 warga penerima PSKS di desanya. Pendampingan sekadar untuk memastikan tidak ada warga penerima yang terlewat.

“Soalnya, pemberitahuan dari Kantor Pos kan mendadak. Pihak desa melalui Kades Sumberjo, baru menerima surat pemberitahuan penyaluran PSKS pada Sabtu (22/11/2014) sore. Setelah itu setiap kepala dusun dikabari dan diteruskan ke RT-RT. Tidak semua keluarga ada di rumah waktu dikabari,” katanya.

Dia juga menyesalkan tidak diperbaruinya data penerima PSKS. Menurutnya, penerima dana kompensasi kenaikan harga BBM merupakan penerima kartu perlindungan sosial (KPS) yang basis datanya berdasarkan data BPS tahun 2011.

“Semestinya ada ‘update’. Sebab, dari penerima yang ada, tentu sudah ada yang sekarang tak lagi layak. Entah karena sudah meninggal dunia atau pindah alamat atau sekarang sudah mampu. Ini pakai data BPS 2011, jadi perlu penyesuaian mestinya,” protesnya.

Kepala Kantor Pos Rembang Adhi Kuspramono mengaku baru mendapat informasi perihal penyaluran dana PSKS pada Jumat (21/11/2014). Pihaknya pun bergerak cepat untuk menyalurkan sesuai jadwal.

“Sebelum mencairkan dana PSKS, penerima kita tawari dulu apakah mau disimpan atau langsung dicairkan. Rata-rata memang memilih mencairkan. Dana yang kita salurkan Rp400 ribu untuk dua bulan per penerima,” katanya.

Adhi mengaku tidak tahu secara persis jumlah penerima PSKS di Kabupaten Rembang. Namun jika berkaca pada penyaluran dana BLSM (bantuan langsung sementara masyarakat) yang merupakan kompensasi kenaikan harga BBM tahun 2013, jumlah penerima program ini di Rembang sebanyak 69.014 orang.

Itu pun, Pemerintah Pusat mencoret jatah BLSM sebanyak 335 warga Rembang karena dinyatakan tidak tepat sasaran lantaran sudah meninggal dunia dan pindah ke lain daerah.

“Untuk mengambil dana kompensasi tersebut, warga kurang mampu yang termasuk RTS (rumah tangga sasaran) cukup membawa KTP dan KPS. Tidak bisa diwakilkan. Pemilik kartu tersebut harus mengambil sendiri dana kompensasi itu di kantor pos,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan