Penyaluran Bantuan Pangan Secara Elektronik Belum Terealisasi

Rabu, 14 November 2018 | 02:00 WIB

Tim dipimpin oleh Pelaksana Tugas Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi saat melakukan inspeksi terhadap mutu beras sejahtera di Gudang Bulog Rembang, Jumat (12/5/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

 

REMBANG, mataairradio.com – Sistem penyaluran bantuan pangan secara elektronik melalui Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang belum terealisasi.

Padahal sebelumnya, rencananya penyaluran bantuan pangan per 1 Juli 2018, sudah secara elektronik.

Namun hingga November 2018 sistem penyaluran bantuan pangan masih secara manual.

Dwi Martopo Kepala Bidang Pembedayaan Sosial pada Dinsos PPKB Kabupaten Rembang mengungkapkan, penyaluran bantuan pangan secara elektronik masih terkendala, karena salah satu perangkat yang diperlukan untuk warung elektronik (E-Warung, red.), masih belum siap.

“Saat ini kami bersama Bank Nasional Indonesia (BNI) masih melakukan verifikasi terhadap 419-an warung yang rencananya akan ditunjuk menjadi E-Warung,” terangnya.

Ia menyebutkan, syarat kualifikasi E-Warung sendiri diantaranya harus ada toko, listrik, jaringan internet, dan ruang untuk stok beras.

“Satu E-Warung sendiri nantinya, akan melayani 250 keluarga penerima manfaat (KPM), sehingga dalam satu desa bisa ada satu atau dua E-Warung,” jelasnya.

Topo mengungkapkan, pihaknya mencatat hingga saat ini ada 73.642 keluarga penerima manfaat yang tersebar di semua kecamatan, di Kabupaten Rembang.

Dirinya membenarkan bahwa data KPM yang ada saat ini kurang tepat sasaran, sehingga perlu diverifikasi dan validasi ulang.

“Kami sudah meminta kepada Kementerian Sosial untuk melakukan verifikasi dan validasi ulang data KPM, sehingga tidak ada gejolak di masyarakat,” ujarnya, pada Selasa (13/11/2018) siang.

Terkait perangkat yang dibutuhkan untuk E-Warung, ia mengatakan pihak BNI yang memiliki kewenagan memutuskan.

“Untuk memutuskan layak atau tidaknya warung yang diverifikasi masuk kategori E-Warung, itu ranah BRI,” pungkasnya.

BPNT sendiri adalah program bantuan yang bersifat non tunai untuk mengganti program sebelumnya, yakni program bantuan beras sejahtera (Rastra).

Masyarakat penerima manfaat bakal menerima Kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dari pemerintah, yang setiap bulannya akan ditransfer uang sebesar Rp110 ribu.

Kartu ATM tersebut nantinya berguna untuk menebus bantuan bahan pokok berupa beras dan telur di beberapa warung yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai warung elektronik atau E-Warung.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Muhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan