Penurunan Harga BBM Belum Kerek Ekonomi Nelayan

Senin, 18 Januari 2016 | 18:39 WIB
Sejumlah nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang seusai melaut, Senin (18/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Sejumlah nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang seusai melaut, Senin (18/1/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 5 Januari lalu dinilai belum mengerek tingkat ekonomi nelayan di Kabupaten Rembang.

Sejumlah nelayan justru mengeluhkan tingkat pendapatan mereka yang sedang menurun.

Norman, nelayan Dukuh Layur Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Senin (18/1/2016) pagi mengatakan, sejak harga BBM turun, harga ikan justru ajek, bahkan turun.

“Hasil tangkapan juga sepi karena dalam sehari kami hanya membawa pulang uang Rp200.000-Rp300.000,” ujarnya.

Adi, nelayan lain dari Desa Tritunggal Kecamatan Rembang juga mengaku tidak banyak terdampak oleh penurunan harga BBM, dalam hal ini solar.

“Hasil melaut hanya sekitar 1o kilogram saja. Padahal biasanya, bisa 30-40 kilogram per harinya,” jelasnya.

Ia sebenarnya bersyukur atas penurunan harga solar. Karena sebelumnya, untuk mendapat 10 liter solar, ia mengeluarkan uang Rp67.000, tapi kini cukup Rp59.500, atau bisa hemat Rp7.500.

“Namun, hasil tangkapan sedang sepi, sehingga penurunan harga solar tidak langsung mengangkat pendapatan kami,” tegasnya.

Selain anjloknya hasil tangkapan dan ajek atau bahkan turunnya harga ikan, belum terangkatnya pendapatan nelayan pascaturun harga BBM juga karena merosotnya tingkat konsumsi ikan di pasaran.

Para pedagang ikan di Pasar Lasem menyebut, konsumsi ikan sedang lesu.

Dari pantauan reporter mataairradio, para nelayan kini tampak lebih banyak libur melaut.

Mereka kebanyakan beraktivitas seperti membenahi alat tangkap mereka yang mulai rusak akibat terjangan ombak besar, beberapa hari sebelumnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan