Masyarakat Penolak Pabrik Semen Rembang “Road Show” ke Jakarta

Rabu, 19 November 2014 | 14:31 WIB
Sekitar 60 orang ibu-ibu penolak pabrik semen di Rembang ketika hendak naik bus untuk "road show" ke sejumlah instansi di Jakarta. (Foto: Pujianto)

Sekitar 60 orang ibu-ibu penolak pabrik semen di Rembang ketika hendak naik bus untuk “road show” ke sejumlah instansi di Jakarta. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sekitar 60 orang warga dari wilayah Kecamatan Gunem yang menolak berdirinya pabrik semen di daerah mereka, Rabu (19/11/2014) pagi, berada di Jakarta. Mereka menyebut kedatangannya ke Ibukota sebagai “road show” ke sejumlah instansi menyikapi polemik semen.

“Hari ini (19/11/2014) saudara-saudara yang menolak pabrik semen tidak ada kegiatan di Semarang. Tapi di Jakarta. Ini baru ‘road show’ di Jakarta. Ini kita ke instansi terkait, soal lambannya Pemerintah menyikapi kasus (polemik semen) di Rembang,” ungkap Joko Priyanto, pendamping warga di Jakarta.

Pemuda Tegaldowo ini juga mengatakan, dalam hal “road show” ini, pihaknya berkirim surat kepada Presiden dengan tembusan ke sekitar 18 instansi yang terkait, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Komnas HAM, dan Komnas Perempuan.

60 orang ibu-ibu itu, menurut Joko “Print”, juga akan mendatangi Mabes Polri dan TNI guna mengadukan tindakan aparat yang mereka anggap telah terjadi kekerasan pada aksi warga, 16 Juni 2014.

“Kita ada sekitar 60 orang ibu-ibu. Saya hanya mendampingi bersama sejumlah teman. Dari aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) juga mendampingi,” katanya.

Dia menyebutkan, hingga sekitar pukul 13.45 WIB, baru dua instansi di Jakarta yang sudah didatangi oleh masyarakat penolak pabrik semen yakni Komnas HAM dan Komnas Perempuan.

“(Sampai pukul 13.45 WIB) ini baru mau tiga (instansi). Yang sudah baru ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Ini mau ke MA (Mahkamah Agung),” terangnya yang dihubungi melalui sambungan telepon oleh mataairradio.com.

Joko Supriyanto menjelaskan, kedatangan warga ke MA lebih karena harapan agar proses hukum yang berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) untuk menggugat izin lingkungan pabrik semen, tidak terjadi kecurangan.

“Kami datang ke MA agar tidak ada kecurangan di PTUN. Kita datang ke MA untuk mengawal. Kami di sini menggandeng banyak instansi untuk mengawal PTUN, kalau dari sisi hukum,” tegasnya.

Dia menambahkan, karena diperkirakan setelah dari MA hari sudah sore, “road show” ke sejumlah instansi di Jakarta akan dilanjutkan pada esok hari. Dia memperkirakan butuh waktu dua hingga tiga hari di Jakarta.

“Ini baru akan dapat tiga. Jadi (butuh) dua atau tiga hari lah mungkin (di Jakarta). Kami tiga bus ini,” sebutnya.

Mengenai persidangan lanjutan di PTUN pada Kamis (20/11/2014) di Semarang, Joko sementara pasrah kepada pengacara yang mendampingi warga. Lagi pula menurutnya, pihak warga belum sampai dimintai keterangan ahli.

“(Kalau soal lanjutan di PTUN besok, 20 November 2014) kita pasrah kepada pengacara yang mendampingi warga. Warga belum dimintai keterangan ahli juga kan,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan