Inspektorat Gagal Klarifikasi Dugaan Penjualan Aset Desa Sidomulyo

Saturday, 24 May 2014 | 15:02 WIB
Sejumlah tokoh Formas Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan Abdul Alim (berpeci) saat mampir menyampaikan tembusan laporan di DPRD Kabupaten Rembang, Selasa (18/3) siang. (Foto:Pujianto)

Sejumlah tokoh Formas Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan Abdul Alim (berpeci) saat mampir menyampaikan tembusan laporan di DPRD Kabupaten Rembang, Selasa (18/3) siang. (Foto:Pujianto)

SEDAN, MataAirRadio.net – Tim dari Inspektorat Kabupaten Rembang, Sabtu (24/5) pagi gagal melakukan klarifikasi lapangan terkait dugaan penggelapan dan penyimpangan penggunaan tanah aset Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan oleh Kades Sarip.

Tim diduga tidak bisa bertugas secara merdeka, lantaran banyak warga selain yang diundang Inspektorat, turut datang di Balai Desa. Pihak Formades atau Forum Aspirasi Masyarakat Desa Sidomulyo juga tidak hadir.

Muhammad Labib, salah satu tokoh Formasdes menilai, kegiatan di balai desa itu rentan gesekan. Sementara nyaris tidak ada pengamanan terbuka dari aparat yang berwajib. Setelah kegagalan klarifikasi ini, pihaknya berharap segera ada klarifikasi susulan.

Meski tidak hadir di Balai Desa, Labib memastikan Inspektorat tetap bertemu dengan pihak Formasdes. Dia sendiri mengakui tidak hadir di Balai Desa, termasuk Ketua Formasdes Abdul Alim.

Abdul Alim mengurungkan niat datang ke Balai Desa, setelah melihat mereka yang hadir, banyak yang tidak sesuai dengan undangan. Pihak Inspektorat yang datang ke rumah Abdul Alim, hanya meminta keterangan bahwa telah turun lapangan, namun gagal klarifikasi.

Klarifikasi lapangan mestinya dilakukan dengan hanya menghadirkan mereka yang membeli tanah desa dari Kepala Desa Sidomulyo. Kades Sarip diduga telah menjual tanah aset desa, tanpa disertai tukar guling. Salah satunya digunakan untuk mendirikan rumah kepala desa dan anak-anaknya.

Pihak Inspektorat Kabupaten Rembang membenarkan bahwa klarifikasi lapangan di Desa Sidomulyo gagal dilaksanakan. Namun Inspektorat mengklaim, semua pihak yang mestinya hadir, telah diundang. Soal kemudian warga di luar undangan banyak datang, itu di luar perkiraan.

Klarifikasi susulan belum akan digelar dalam waktu dekat. Inspektorat baru akan membahasnya pada Senin (26/5) depan. Kades Sidomulyo Sarip belum memberikan tanggapan kepada wartawan atas dugaan penjualan tanah aset desa yang dialamatkan kepadanya. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan