Penjual Lele Goreng Tertembak Peluru Nyasar Pemburu

Minggu, 6 September 2015 | 17:43 WIB
Lokasi tertembaknya Reno Setiawan, warga Krinjo, Sale, Rembang di wilayah Kebonharjo, Jatirogo, Minggu (6/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

Lokasi tertembaknya Reno Setiawan, warga Krinjo, Sale, Rembang di wilayah Kebonharjo, Jatirogo, Minggu (6/9/2015). (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Penjual lele goreng bernama Reno Setiawan (31) warga Dusun Krinjo Desa Sale Kecamatan Sale, tersungkur dari sepeda motor yang dikendarainya, setelah kaki kanannya tertembak peluru nyasar, Sabtu (5/9/2015) kemarin pukul 08.00 WIB.

Ketika itu, Reno hendak pulang berbelanja ikan lele dari Pasar Jatirogo, Tuban, Jawa Timur. Tetapi sesampainya di wilayah Suwedang Desa Kebonharjo Kecamatan Jatirogo, tiba-tiba terdengar suara senapan dan pelurunya menembak kaki kanan korban.

Seketika Reno terjatuh dengan luka tembak di kaki kanan bagian bawah. Warga di sekitar lokasi kejadian pun, segera berhamburan keluar rumah untuk menolong korban.

Peluru itu berasal dari senapan pegas milik Narto, yang selama ini dikenal sebagai seorang pemburu. Namun saat itu, ia sedang tak sengaja mengeluarkan pelor dari senapannya.

“Kejadian ini tidak saya sengaja. Entah kenapa, pelatuk senapan saya yang tarik mengarah ke jalan raya dan mengenai pesepeda motor yang lewat,” tutur Narto.

Rumah Narto tidak berada persis di tepi Jalan Jatirogo-Sale, tetapi berada agak sedikit ke belakang dan sebagiannya tertutup oleh bangunan rumah lain di depannya.

“Setelah tahu, peluru saya mengenai kaki pesepeda motor, saya langsung berlari menghampiri dan saya bawa ke RSI Arafah Rembang. Saya bertanggung jawab atas kejadian ini. Saya mengobatkannya,” tegasnya.

Karsani, ayah mertua Reno mengungkapkan, ketika dirawat di RSI Arafah Rembang, menantunya sempat dua kali dioperasi, tapi proyektil belum berhasil diambil dari tulang kaki kanan korban.

“Tapi dokter memperbolehkan Reno pulang. (Proyektil) Pelurunya belum bisa diambil. Kata dokter, pelurunya masuk dan bersarang di tulang,” katanya, Minggu (6/9/2015) pagi.

Menurutnya, Narto bersedia mengobatkan menantunya sampai sembuh total. Ongkos dua kali operasi dan perawatan di rumah sakit, sudah dibayar penuh oleh warga desa bertetangga itu.

Kapolsek Sale AKP Isnaeni membenarkan, korban merupakan warga Dusun Krinjo Desa Sale. Tetapi mengenai detail peristiwa, dia mengaku tidak tahu secara persis mengingat kejadiannya di luar wilayah hukumnya.

“TKP Jatirogo, jadi kami nggak tahu secara persis. Tapi memang warga Desa Sale,” ungkapnya.

Menurut informasi terakhir, keluarga korban mengaku tidak akan memperpanjang urusan ketidaksengajaan itu kepada polisi. Antar-dua belah pihak, akan menyelesaikan persoalan tersebut, secara kekeluargaan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan