Penjual Bendera Keluhkan Sepinya Pembeli

Rabu, 8 Agustus 2018 | 20:26 WIB

Penjual bendera di pinggir jalan kota Rembang. (Foto: Muhammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Jelang peringatan proklamasi pada 17 Agustus mendatang penjual bendera merah putih di beberapa pinggir jalan di Rembang mengeluhkan sepinya pembeli.

Asep Widi salah seorang penjual bendera di bilangan Jalan Dr Soetomo mengaku sudah seminggu berjualan, belum satupun bendera yang laku, masyarakat yang datang hanya tanya harga saja.

Padahal, ia mematok harga sama dengan penjual bendera yang lain seperti umbul-umbul sepanjang 5 meter dijual Rp 200 ribu, umbul-umbul dengan ukuran sedang ia jual Rp 50 ribu, dan bendera merah putih dijual Rp 20 ribu.

Asep mengaku mengambil dagangan dari orang lain, ia bersama seorang temannya hanya bertugas menjualkan saja. Temannya yang seorang tersebut mangkal di perempatan Jaeni.

“Rencananya akan berjualan sampai tanggal 15 Agustus Besok Mas, semoga laku,” Harapnya
Pria asli Bandung Jawa Barat ini sudah berjualan bendera di Rembang sebanyak dua kali, yaitu tahun 2017 lalu dan sekarang.

Namun penjualan tahun lalu menurutnya masih lumayan rame tidak seperti sekarang yang tidak laku sama sekali.

Ia memperkirakan bahwa warga masih mempunyai bendera merah putih yang dibelinya tahun lalu, Selain itu penjual bendera tahun ini juga lebih banyak dari tahun kemarin.

“Tahun lalu mending, lumayan yang beli, ” Terangnya

Asep berharap benderanya habis terjual untuk ongkos pulang kampung ke Bandung.

Dari pantauan mataairradio ada beberapa titik penjualan bendera jelang peringatan kemerdekaan, namun setelah dikonfirmasi beberapa penjual mengeluh terkait sepinya pembeli.

Padahal peristiwa peringatan kemerdekaan dianggap waktu yang tepat untuk menjual bendera merah putih.

 

 

Penulis: Muhammad Siroju Munir
Editor: Muhammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan