30 Personel Penjinak Api Disiagakan Sepanjang Lebaran di Rembang

Rabu, 23 Juli 2014 | 16:37 WIB
Mobil pemadam kebakaran atau Damkar milik Pemkab Rembang. (Foto:Pujianto)

Mobil pemadam kebakaran atau Damkar milik Pemkab Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – 30 orang personel penjinak api disiagakan oleh Pemkab Rembang sepanjang Lebaran. Mereka akan bertugas 24 jam dalam tiga kali pergiliran yang telah ditentukan. Potensi kebakaran dianggap cukup tinggi seiring datangnya musim kemarau.

Volume timbulan sampah di level rumah tangga yang hampir pasti meningkat, kerap kali diikuti aktivitas pembakaran. Jika warga lengah, maka kebakaran bakal tak terhindarkan. Belum lagi potensi kebakaran yang dipicu korsleting atau hubungan singkat arus listrik.

Salah seorang personel penjinak api Sarpani mengaku bersiaga sebagaimana pergiliran, baik pada pagi, siang, dan malam hari. Dia menegaskan tak ada cuti bagi para penjinak api atau tim pemadam kebakaran. Mereka bersiaga berikut empat armada pemadam dan empat mobil tangki.

Semua personel dan armada penjinak api disiagakan di Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran di bilangan Jalan Pemuda Rembang. Mereka tidak ditempatkan di titik-titik strategis, karena panggilan siaga pemadam kebakaran, hanya terkoneksi di markas.

Kasus kebakaran kali terakhir terjadi terhadap sebuah mobil sedan pribadi di bilangan Jalan Kartini Rembang. Mobil milik Sunoko, karyawan SPBU Tireman ini, hangus di bagian depan. Kebakaran diduga terjadi akibat korsleting pada perangkat kelistrikan mobil.

Saat kejadian, Sunoko dan istrinya sedang mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) kompleks Bank Jateng Cabang Rembang. Begitu terdengar letupan, korban mengira ada yang sedang bermain petasan. Namun, begitu tampak kepulan asap dari arah kap mesin, korban baru sadar mobilnya terbakar.

Menurut Sarpani, seorang satpam di bank tersebut mengontak tim pemadam kebakaran agar segera meluncur untuk menjinakkan api. Dengan satu armada pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air, kobaran api bisa segera dikendalikan sebelum menjalar ke tabung bensin dan berpotensi meledak.

Sarpani menambahkan, kebakaran yang terjadi tidak lama setelah masa berbuka puasa ini, menjadi sinyal peringatan kepada masyarakat agar waspada dini kebarakan, dimanapun dan kapanpun. Kasus kebakaran mobil merek Suzuki jenis Baleno bernomor polisi H 7403 JG ini mengakibatkan kerugian jutaan rupiah. Untuk sementara, polisi menyimpulkan kebakaran tersebut murni akibat korsleting, bukan sabotase. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan