Pengunjung Museum Kartini Meningkat, Setoran Bertambah

Sabtu, 13 Februari 2016 | 13:33 WIB
Museum Kartini Rembang. (Foto: Mukhammad Fadli)

Museum Kartini Rembang. (Foto: Mukhammad Fadli)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tingkat kunjungan di Museum Kartini di Kabupaten Rembang pada tahun 2015 lalu disebut meningkat dari tahun-tahun yang sebelumnya. Jumlah setoran ke pendapatan asli daerah pun tercatat bertambah.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Rembang Karsono tidak menyebutkan secara rinci jumlah pengunjung pada tahun 2015.

“Kalau jumlah pengunjungnya, kami tidak hafal. Tapi kalau secara pendapatan, jika pada 2014 jumlah setoran ke PAD Rembang hanya Rp10 juta, maka pada 2015 naik jadi Rp12 juta,” terangnya.

Ia tidak menargetkan jumlah setoran yang lebih banyak lagi pada tahun 2016.

Namun, ia mengaku berupaya menambah koleksi museum, sehingga tingkat kunjungan wisatawan meningkat lagi.

Hanya saja untuk menambah koleksi, ia menyatakan masih harus koordinasi dengan pihak BPCB.

Karsono menyebutkan, jumlah benda-benda koleksi di Museum Kartini hingga saat ini baru sekitar 100 unit.

Menurutnya, barang-barang yang dulu pernah dimiliki Raden Ajeng Kartini sebagian masih dipegang oleh orang pribadi atau keluarga.

“Masih banyak yang di keluarga untuk koleksi benda sejarah seperti meja dan almari milik RA Kartini yang sekarang berada di Surabaya,” bebernya.

Pihaknya berencana untuk mengambil alih benda-benda itu untuk dipindahkan ke museum di Rembang. Namun, sebelum mengambilnya, ia pun harus menyeleksi keasliannya lebih dulu.

Sementara itu, sesuai catatan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang, pengunjung Museum Kartini sebagian besar berasal dari kalangan pelajar.

“Wisatawan asing juga mulai berminat untuk mengunjungi museum,” tambahnya.

Menurut Karsono, turis mancanegara itu berasal dari Singapura, Australia, dan China. Pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang pun perlu meningkatkan pelayanan museum, terutama menyangkut pemandu penguasa bahasa inggris dan mandarin.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan