Penggunaan Air Embung Grawan Sulit Dipantau

Sabtu, 17 Mei 2014 | 15:01 WIB
Penggunaan air Embung Grawan dipantau oleh Pemkab Rembang. (Foto:Puji)

Penggunaan air Embung Grawan sulit dipantau oleh Pemkab Rembang. (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Penggunaan air dari Embung Grawan oleh petani sulit dipantau oleh pihak Pemkab Rembang. Selama ini, nyaris tidak ada usulan permintaan bantuan air dari petani di desa sekitar embung. Namun debit embung, kini terus berkurang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang Sinarman menyebutkan, petani di sekitar Embung Grawan, seperti Grawan, Randuagung, dan Tlogotunggal, terbilang jarang meminta bantuan air embung.

Memang petani setempat jarang sedikit sekali yang menanam padi di musim tanam kedua. Umumnya, petani menanam jagung, tembakau, bawang merah, dan melon. Namun dari pantauannya di lapangan, mesin sedot air tampak beroperasi di sekitar embung.

Menurut Sinarman apa yang dilakukan petani itu tidak salah secara teknis. Sebab, kondisi embung memudahkan petani dalam mengambil air. Elevasi permukaan air hingga batas minimal, masih berada di atas permukaan dasar sungai di bawah embung.

Dengan kondisi seperti itu, petani bisa dengan mudah mengambil air. Selang sedot dengan mudah dipasang dan begitu mesin menyala, air embung tersedot untuk mengairi lahan pertanian. Sinarman menyebut, pengambilan air oleh petani di Embung Grawan, sulit diatasi

Dia hanya berharap kepada petani agar meminta bantuan air melalui petugas di pintu pengambilan. Bagaimanapun penggunaan air embung tetap perlu dikendalikan, karena selain untuk irigasi, air dari embung juga untuk mendukung kebutuhan air bersih.

Embung Grawan menampung curah hujan dan aliran Sungai Kalijengking di selatan embung. Embung yang dibangun pada tahun 2004 ini memiliki luas daerah tangkapan 11, 6 kilometer persegi ini.

Kapasitas tampungan debitnya hingga 82.500 meter kubik. Air dari embung sedianya dipakai 50,94 liter per detik untuk keperluan irigasi, dan 6,4 liter per detik untuk air baku. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan