Pengeperasan Tanggul dan Rumpun Bambu Picu Banjir Kuangsan

Senin, 17 Februari 2014 | 16:32 WIB
 Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori. (Foto:Puji)

Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori. (Foto:Puji)

KALIORI, MataAirRadio.net – Banjir yang dua kali melanda Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori dalam sebulan terakhir, direaksi pemerintah desa setempat. Ada sejumlah sebab yang mengakibatkan air sungai menjadi mudah meluap ke permukiman, begitu hujan deras mengguyur.

Penjabat Kepala Desa Kuangsan Mohammad Ikhsan menyebutkan, mudah meluapnya air sungai dipicu oleh pengeperasan tanggul. Sebagian tanah tanggul diambil warga untuk mengumbuk pondasi rumah mereka. Pihak desa sudah melarangnya, namun sebagian warga tetap saja nekat.

Selain itu, longsornya rumpun bambu sehingga menutupi sebagian alur sungai, mengakibatkan air kiriman dari daerah hulu menjadi mudah meluap ke permukiman. Ada setidaknya 10 rumpun bambu yang longsor dan menutupi sebagian alur sungai.

Meski demikian, pemerintah desa tetap mendesak normalisasi aliran sungai sepanjang 1,5 kilometer yang membelah desa tersebut. Ikhsan mengaku iri dengan normalisasi yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang untuk Sungai Desa Pengkol, di utara Kuangsan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, normalisasi Sungai Desa Kuangsan perlu segera dilakukan untuk menanggulangi banjir. Menurutnya, normalisasi bersifat lanjutan dari Sungai Desa Pengkol dan Babadan.

Hanya saja, penanganan banjir dengan normalisasi, memerlukan koordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum. Suharso juga mengatakan, solusi banjir di Kuangsan mestinya menyeluruh. Dalam jangka satu hingga dua tahun ke depan, penataan muara sungai dibutuhkan.

Jika muara sungai terjadi pendangkalan, maka alur pun menjadi mudah meluap. Selain itu, peran aktif dari masyarakat untuk menanggulangi banjir dan bencana lain, agar tidak dikesampingkan.

Banjir kembali menggenangi jalan dan sebagian permukiman warga di Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori, Sabtu (15/2) sore kemarin. Kala itu, hujan lebat mengguyur selama sekitar satu jam.

Air sungai meluap dan menggenangi pula lahan pertanian. Sungai Desa Kuangsan merupakan kali tarung, aliran dari Embung Banyukuwung Kecamatan Sulang dan Embung Grawan Kecamatan Sumber. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan