Pengembang Pasar Sedan Hutang Rp257 Juta kepada Pemkab

Senin, 30 Juli 2018 | 20:06 WIB

Pengembang Pasar Sedan menunggak membayarkan dana kontribusi sebesar RpRp 257.777.000 kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pengembang Pasar Sedan menunggak membayarkan dana kontribusi sebesar Rp257.777.000 kepada Pemerintah Kabupaten Rembang.

Anggota Komisi B DPRD Rembang, Joko Suprihadi mengungkapkan, tunggakan oleh pengembang pasar tersebut merupakan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2018 ini.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) selaku dinas terkait.

Informasi yang diterima Joko dari Dinperindagkop, kondisi ekonomi pengembang sedang kolaps sehingga belum bisa membayar tunggakan.

Pihak pengembang berjanji bakal melunasi tunggakan kontribusi setelah salah satu aset miliknya sudah terjual.

“Bahkan BPK juga menemukan nominal sebesar Rp36.232.000 hasil dari penarikan pengembang kepada pedagang saat masa pengelolaan sudah berakhir. Tapi sudah dikembalikan ke kas daerah,” ujarnya.

Namun, hingga Senin (30/7/2018) tunggakan dana kontribusi selama masa pengelolaan yang sebesar Rp257.777.000 masih belum dibayar.

Joko mengungkapkan, berdasarkan dokumen perjanjian, batas akhir kontrak pengelolaan Pasar Sedan berakhir pada 7 Desember 2017. Tetapi kenyataannya, pengembang masih melakukan penarikan kepada pedagang pasar.

“Saya tanya ke Disperindagkop terkait serah-terima pengelolaan Pasar Sedan. Katanya, sudah diserahkan, tapi saya lupa kapan. Sekarang tinggal dibuktikan kebenarannya,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Komisi B DPRD Rembang, nilai tunggakan yang belum dibayar oleh pengembang Pasar Sedan berasal dari kekurangan setoran kontribusi di tahun 2011, 2014, 2015, 2016, dan 2017.

Terakhir kali pengembang membayar kontribusi ke Pemkab sebesar Rp56.895.800, pada tahun 2014.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop dan UMKM saat dimintai konfirmasi mataairadio.com melalui pesan singkat belum memberikan balasan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan