Pengelola Taman Kartini Tanggung Hutang Rp800 Juta

Senin, 26 Maret 2018 | 17:58 WIB

CV Rembang Jaya Sentosa mengembalikan pengelolaan Taman Rekreasi Pantai Kartini kepada Pemkab Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemerintah Kabupaten Rembang akhirnya menyatakan sepakat untuk mengakhiri kerjasama pengelolaan Taman Rekreasi Pantai Kartini dengan pihak CV Rembang Jaya Sentosa per Sabtu 31 Maret mendatang.

Sebelumnya, pengelola mengajukan pemutusan kontrak pengelolaan objek wisata tersebut kepada Pemkab Rembang per 31 Januari 2018. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Karsono mengonfirmasi hal ini.

“Kerjasama pengelolaan TRP Kartini dengan CV Rembang Jaya Sentosa semestinya baru akan berakhir pada 31 Desember 2018. Pemkab sepakat mengakhiri kerjasama asalkan pengelola melunasi kurang setor tahun 2017 sebesar Rp700 juta,” katanya.

Selain harus membayar kurang setor sebesar Rp700 juta, Pemkab juga meminta pihak pengelola untuk memperhitungkan setoran pengelolaan TRP Kartini yang sudah berjalan satu bulan di tahun 2018 sebesar Rp100 juta.

Karsono mengatakan, perhitungan itu karena mestinya setoran pengelolaan yang sebesar satu miliar rupiah per tahun dibayarkan di awal. Selain itu, juga karena setoran pengelolaan ini sudah masuk catatan target pendapatan asli daerah tahun 2018.

“Dengan demikian, utang pengelola kepada Pemkab Rembang sebesar total Rp800 juta. Pemkab memberikan waktu sejak 1 April 2018 hingga 31 Desember 2019 kepada CV Rembang Jaya Sentosa untuk melunasi utang tersebut,” katanya.

CV Rembang Jaya Sentosa mengembalikan pengelolaan Taman Rekreasi Pantai Kartini kepada Pemkab Rembang karena merugi akibat tingkat kunjungan wisatawan yang terus menurun, sedangkan target setoran ke Pemkab tetap satu miliar rupiah.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan