Pengelola Taman Kartini Ralat Pernyataan Stafnya soal Jam Masuk Gratis

Rabu, 20 Juni 2018 | 18:03 WIB

Pedagang celengan gerabah yang menjadi salah satu ikon Syawalan mulai menata dagangannya di depan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. (Foto dikutip dari laman suaramerdeka.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengelola objek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang meralat pernyataan salah seorang stafnya mengenai jam masuk gratis pada momentum Syawalan 1439 Hijriyah.

“Free-nya bukan mulai pukul 17.00, tetapi mulai pukul 17.30 hingga pukul 22.00,” kata Direktur PT Mantingan Karya Aditya Sriyono kepada mataairradio, Rabu (20/6/2018) sore.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas PT Mantingan Karya Aditya Sugiyanto menyatakan bahwa pihaknya menerapkan kebijakan gratis tiket masuk Taman Kartini mulai pukul 17.00-22.00.

“Waktu itu, Pak Sugiyanto tidak mengikuti rapat,” sambung Sriyono.

Ia menyatakan perlu mengklarifikasi pernyataan bawahannya itu agar tidak ada pengunjung yang kecewa karena tidak bisa mendapatkan fasilitas gratis lantaran kesalahpahaman.

“Mohon tolong disampaikan agar tidak ada kesalahpahaman,” tandasnya.

Kebijakan soal tiket masuk gratis ke Taman Kartini berlaku mulai 15 Juni hingga 24 Juni mendatang.

“Alhamdulillah, tanggapan masyarakat soal kebijakan ini bagus,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai 211 stan bagi pedagang pada tradisi Syawalan yang disediakan pihak pengelola Taman Kartini, Sriyono menyatakan, kini sudah hampir semuanya habis terjual.

“Dari Blora, Demak, dan Jepara sudah masuk. (35 unit yang sebelumnya dikabarkan belum laku) pelan-pelan sudah terisi,” katanya.

Saat berbincang dengan mataairradio, Sriyono menegaskan pernyataan stafnya soal tidak adanya target pendapatan senilai tertentu dari momentum Syawalan tahun ini.

“Tidak ada target rupiah tertentu. Target kami yang terutama adalah mengembalikan citra Taman Kartini. Kami menampilkan adanya perubahan dari Taman Kartini,” tegasnya.

PT Mantingan Karya Aditya baru satu bulan terakhir mengelola objek wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang.

Perseroan ini mengelola Taman Kartini selama dua tahun, 2018-2019. Setelah itu perjanjian akan dilanjutkan dengan kontrak berskema bangun guna serah selama 20 tahun.

Per tahun, pengelola baru ini ditarget menyetor pendapatan kepada Pemkab Rembang sebesar Rp700juta. Setoran ini lebih rendah dari pengelola sebelumnya yang mencapai Rp1 miliar.

Namun pengelola lama, CV Rembang Jaya Sentosa, memutuskan mengakhiri kontrak pengelolaan Taman Kartini antara lain karena keberatan dengan kontrak setoran satu miliar rupiah.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan