Pengelola Taman Kartini Abaikan Larangan Sirkus Lumba-lumba

Sabtu, 14 Februari 2015 | 17:55 WIB
Sejumlah pekerja menyiapkan arena sirkus lumba-lumba di depan Taman Kartini Rembang, Sabtu (14/02/2015). (Foto: Pujianto)

Sejumlah pekerja menyiapkan arena sirkus lumba-lumba di depan Taman Kartini Rembang, Sabtu (14/02/2015). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang mengabaikan larangan pergelaran sirkus lumba-lumba.

Rencananya di bulan Maret nanti, pengelola bakal mengizinkan pergelaran sirkus mamalia laut yang dilindungi tersebut.

Padahal, Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam sudah mengeluarkan edaran pelarangan sirkus lumba-lumba di semua daerah di Indonesia.

“Kami meminta agar pengelola mengurungkan pergelaran sirkus lumba-lumba,” ujar Joko Suprihadi, anggota DPRD Rembang kepada mataairradio.

Menurutnya, sudah semestinya daerah mematuhi larangan yang diterbitkan Dirjen PHKA. Apalagi sirkus lumba-lumba dikhawatirkan bisa membuat lelah mamalia ini dan mendekatkannya pada ancaman kematian.

“Sementara populasi lumba-lumba sudah mendekati kepunahan,” tandasnya.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Nurida Andante Islami ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu dengan rencana pergelaran sirkus lumba-lumba di halaman Taman Kartini.

“Kami belum tahu soal rencana sirkus lumba-lumba di halaman Taman Kartini. Mestinya tidak boleh itu,” katanya.

Padahal arena sirkus sudah mulai dibuat pada Sabtu (14/2/2015) pagi.

Dia juga mengaku tidak ada koordinasi dari pihak taman kepada dinasnya. Menurut Dante, sirkus lumba-lumba digolongkan sebagai eksploitasi mamalia laut dilindungi.

“Sirkus lumba-lumba tidak dibenarkan karena medianya diyakini tidak layak,” tegasnya.

Dia mengamini, jika sering dibawa ke sana-sini untuk sirkus, lumba-lumba rentan stres dan mati. Meski demikian, pihaknya belum akan langsung menyetop rencana pergelaran sirkus lumba-lumba ini.

“Kami harus berkomunikasi dulu dengan pihak yang terkait pada Senin (16/2/2015) depan,” katanya.

Manajer Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang Murwadi mengaku sedang rapat dengan pihak penyedia wahana lumba-lumba saat mataairradio meminta konfirmasi.

“Penyedia sirkus lumba-lumba itu sudah mendapat izin dari Pemerintah Pusat,” klaim Murwadi.

Dia tidak akan mengurungkan sirkus, karena izin dari penyedia wahana dianggap lengkap. Dia menegaskan, sirkus lumba-lumba akan tetap digelar pada 19 hingga 22 Maret mendatang.

“Tetap akan digelar. Izinnya lengkap kok,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan