Pengelola Hutan Kebonharjo Bikin Menara Pemantau Kebakaran

Sabtu, 11 Oktober 2014 | 13:40 WIB
Ilustrasi kebakaran hutan.  (Foto:antarajateng.com)

Ilustrasi kebakaran hutan. (Foto:antarajateng.com)

 

SALE, mataairradio.com – Pengelola hutan Kebonharjo menempatkan satu unit menara pemantau guna memberikan respon cepat terhadap penanganan kebakaran di wilayah hutan setempat. Menara ini ditempatkan di RPH Tengger BKPH Tuder KPH Kebonharjo.

“Kami satu menara pemantau di BKPH Tuder. Menara ini untuk memantau wilayah hutan dari ketinggian ideal. Regu pemantau kebakaran juga kami siagakan di setiap BKPH,” ungkap Komandan Regu Satuan Pengendali Kebakaran (Satdalkar) KPH Kebonharjo, Riyanto, Sabtu (11/10/2014) siang.

Sepanjang musim kemarau atau sejak Juli hingga September ini, sudah terjadi setidaknya 8 kali kasus kebakaran dengan luasan hutan yang terbakar sekitar 58 hektare. Untungnya, pohon jati di areal hutan yang terbakar sudah berumur lebih dari 40 tahun, sehingga tidak banyak mengakibatkan kerugian.

“Serasah atau ranting dan daun yang jatuh berguguran banyak menumpuk dan rawan terbakar. Kami ada satu unit armada pemadam kebakaran modifikasi yang siap dan siaga setiap saat untuk menanggulangi kebakaran hutan, terutama pada kawasan yang mudah diakses,” terangnya.

Riyanto mengungkapkan, wilayah hutan di BKPH Karas, Ngandang, Tuder, dan Gayam cukup rawan kebakaran. Di BKPH Karas, hutan di RPH Ngampon dianggap rawan terbakar.

“Kalau di BKPH Ngandang, di RPH Tuderbalo yang rawan. Terus di BKPH Tuder, di RPH Tuder. Lalu kalau di BKPH Gayam, di RPH Sumberwungu yang rawan kebakaran. Kerawanan ini diukur dari kedekatan areal hutan dengan jalan yang banyak diakses warga,” katanya.

Menurut Riyanto, luas hutan di KPH Kebonharjo mencapai 17.739,10 hektare. Sementara di empat BKPH yang rawan tadi, memiliki luas masing-masing 1.546 hektare di BKPH Karas, 3.036,8 hektare di BKPH Ngandang, 2.331,4 hektare di BKPH Tuder, dan 2.700 hektare di BKPH Gayam.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan