Pengedar Uang Palsu di Gunem Dicokok Polisi

Selasa, 19 Maret 2019 | 20:52 WIB

Seorang pengedar uang palsu bernama Muskan Prata Putra ditangkap oleh Tim dari Polsek Gunem pada Selasa (19/3/2019). (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Seorang pengedar uang palsu ditangkap oleh Tim dari Polsek Gunem pada Selasa (19/3/2019) siang atau pukul 10.00 waktu setempat.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah pihak Polsek Gunem menerima informasi dari Resmob Polres Rembang, bahwa ada seorang pengedar uang palsu yang sebelumnya telah terpantau.

Kepala Polsek Gunem, AKP Jarot Subiyantoro menjelaskan, saat diringkus pelaku atas nama Muskan Prata Putra (36) warga Desa Srobyong Kecamatan Mlongo Kabupaten Jepara.

“Berdasarkan penuturan dari pelaku, dirinya mengendarai sepeda motor dari Bojonegoro, lalu ke Jatirogo, Pamotan, dan kemudian bermaksud hendak menuju Kecamatan Gunem untuk suatu urusan bisnis,” jelasnya.

Pengedar uang palsu pun tidak bisa mengelak saat pihak kepolisian menggeledah barang bawaannya. Melalui penggeledahan itu, Jarot mengungkapkan, salah satu anggota polisi menemukan uang palsu senilai Rp10 juta rupiah dalam pecahan seratus ribu.

“Setelah beberapa jam diamankan di Polsek Gunem, pelaku akhirnya dipindahkan ke Mapolres Rembang oleh Tim Resmob Polres,” imbuhnya.

Jarot menduga, sebelumnya pelaku sudah dalam pengawasan pihak kepolisian, karena pihak Polsek Gunem sendiri, tiba-tiba hanya mendapatkan instruksi untuk melakukan penghadangan terhadap seseorang pengedar uang palsu.

“Saat penghadangan berlangsung, sempat menjadi tontonan warga sekitar, lantaran lokasi penangkapan sedang ramai warga,”pungkasnya.

Sesuai dengan Pasal 245 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), pelaku pengedar uang palsu dapat diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun.

 

 

Penulis: Mukhammad Fadlil/Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan