Pengeboran Eksplorasi Migas Krikilan Diundur Pekan Depan

Kamis, 17 November 2016 | 07:31 WIB
Pengeboran eksplorasi pembuktian keberadaan hidrokarbon atau migas di wilayah Desa Krikilan Kecamatan Sumber oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang sedianya dilakukan 15 November lalu diundur Senin (21/11/2016) pekan depan. (Foto: Pujianto)

Pengeboran eksplorasi pembuktian keberadaan hidrokarbon atau migas di wilayah Desa Krikilan Kecamatan Sumber oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang sedianya dilakukan 15 November lalu diundur Senin (21/11/2016) pekan depan. (Foto: Pujianto)

 

SUMBER, mataairradio.com – Pengeboran eksplorasi pembuktian keberadaan hidrokarbon atau migas di wilayah Desa Krikilan Kecamatan Sumber oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang sedianya dilakukan 15 November lalu diundur pekan depan.

Supervisor PHE Randugunting Hartono kepada mataairradio.com, Kamis (17/11/2016) pagi mengatakan, batal drilling atau tajak pada Selasa (15/11/2016) kemarin itu, akibat faktor cuaca dimana intensitas hujan sangat tinggi.

“(Penundaan tajak) Akibat faktor cuaca, dimana intensitas curah hujannya sangat tinggi, sehingga dikhawatirkan akan terjadi unsafe condition, sehingga rencana tajak ditunda,” ujarnya melalui komunikasi via layanan pesan singkat.

Menurutnya, pelaksanaan pengeboran akan dilakukan dengan tergantung pada cuaca, tetapi pihaknya berencana memulai tajak yang tertunda itu pada Senin, 21 November mendatang.

“(Rencana tajak) Sangat tergantung sama cuaca, namun kita berencana, kalau semuanya kembali normal kita akan tajak tanggal 21 November 2016,” terangnya.

Sebelumnya, drilling yang dimulai pada 15 November dengan kedalaman 1,500 meter itu, dijadwalkan selesai pada 24-25 Desember 2016 atau sekitar 40 hari. Rinciannya, 26 hari untuk dry hole (lubang kering) dan 14 hari untuk komplesi.

“Proyek tetap insyaAllah akan tetap dilaksanakan seperti rencana semula, hanya di-reschedule agar pas beroperasi dapat berjalan lancar dan aman semuanya,” paparnya.

General Manager PHE Randugunting-2 Abdul Mutalib Masdar sebelumnya juga mengatakan, cuaca menjadi salah satu kendala saat pengeboran sumur eksplorasi Randugunting di Desa Krikilan yang merupakan kepentingan migas negara.

“Kendala paling mencolok adalah cuaca. Kalau terlalu becek, tajak akan terkendala. Sebab, beberapa peralatan dikhawatirkan tidak berfungsi optimal ketika tanah becek,” paparnya.

Eksplorasi hidrokarbon atau migas oleh PHE Randugunting di Krikilan dilakukan dengan investasi Negara sebesar sekitar USD 4 juta. Mengacu nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang Rp13.400 per dollar AS, maka nilai investasi itu setara dengan sekitar Rp53,6 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan