Pengawas TPS di Rembang sudah Efektif Bertugas

Tuesday, 17 November 2015 | 16:56 WIB
Lambang Panwaslu Kabupaten Rembang.

Ilustrasi

 

REMBANG, mataairradio.com – 1.075 tenaga pengawas tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada 2015 di Rembang sudah efektif bertugas per 16 November kemarin.

Mereka bertugas hingga H+7 coblosan atau sampai 7 hari setelah 9 Desember mendatang.

Ketua Panwas Pilkada Rembang Totok Suparyanto mengatakan, pengawas TPS wajib mengawal proses pilkada, salah satunya menyangkut politik uang.

Namun meski sudah efektif bertugas, sampai Selasa (17/11/2015) ini, Panwascam Pamotan, masih belum melantik pengawas TPS-nya.

“Pengawas TPS bertugas sejak H-23 sampai H+7 Pilkada. Tapi ini Kecamatan Sale dan Pamotan yang belum melantik (Pengawas TPS). Sale, hari ini (17/11/2015) pelantikan, besok (18/11/2015) Pamotan terakhir,” katanya.

Mengenai honor bagi setiap tenaga pengawas TPS, Totok menyebutkan nilainya sekitar Rp275 ribu per orang.

Ia mengakui sempat berhitung untuk hanya mengangkat misalnya dua pengawas dari tiga TPS yang ada di sebuah desa, dengan alasan yang satu TPS sisanya diawasi oleh PPL.

“Tetapi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah tidak mengizinkan karena pengawas TPS menyangkut legimitasi pilkada,” katanya.

Menurut Totok, jika panwas memaksakan, maka berarti menabrak aturan. Intinya ketentuan satu TPS; satu pengawas, merupakan aturan baku.

Totok menambahkan, tugas pertama yang langsung dilakukan oleh pengawas TPS, adalah melakukan pemetaan tempat pemungutan suara yang rawan.

“Dalam hal ini, kami memperlakukan pengawas TPS sebagai informan, yang dari informasi mereka dilakukan analisis,” katanya.

Hasil analisis TPS rawan sudah disampaikan oleh Panwas kepada Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Kecepatan pelaporan Panwas Pilkada terkait TPS rawan, karena sebelum merekrut pengawas TPS, pemetaan awal sudah dilakukan, sehingga tinggal mengonfirmasi saja.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan