Pendirian Rumah Sakit Baru di Rembang Prospektif

Sabtu, 6 Februari 2016 | 18:20 WIB
Sejumlah pasien dirawat di Ruang Tunggu Ruangan Ortopedi pada Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang, Kamis (28/1/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Sejumlah pasien dirawat di Ruang Tunggu Ruangan Ortopedi pada Paviliun Kartini RSUD dr R Soetrasno Rembang, Kamis (28/1/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pendirian rumah sakit baru di Kabupaten Rembang dinilai prospektif. Selain bisa menjadi solusi saat terjadi overload pasien seperti sebulan belakangan ini, kehadiran rumah sakit baru juga akan memberikan alternatif bagi masyarakat.

Anggota Komisi D DPRD Rembang Frida Iriani menilai, rumah sakit pembanding diperlukan agar setiap penyelenggara jasa layanan kesehatan bisa berlomba berbenah.

“Masyarakat juga akan memiliki pilihan untuk memperoleh pelayanan yang berkualitas,” ujarnya kepada reporter mataairradio, Sabtu (6/2/2016).

Apalagi jika ada rumah sakit baru yang menghadirkan layanan secara lengkap, menurut Frida akan menjadi sasaran. Ia mencontohkan layanan bagi penderita katarak.

“Masyarakat kita masih banyak mengandalkan RSUP Karyadi Semarang. Padahal antreannya panjang karena bisa sampai 769 pasien,” bebernya.

Frida yang dikenal sebagai sukarelawan kesehatan sejak sebelum duduk sebagai legislator mulai 2014 lalu mengaku mendengar ada 2 rumah sakit yang siap segera berdiri di Rembang.

“Lokasinya di sebelah selatan Polres Rembang dan di wilayah Desa Tasiksono Kecamatan Lasem,” ungkapnya.

Bakal rumah sakit di selatan polres itu akan didirikan oleh grup Koperasi Bina Raharja, sedangkan yang di Tasiksono digalang oleh grup BMT Bina Umat Sejahtera Lasem.

“Namun dua bakal rumah sakit itu, kemungkinan besar belum akan beroperasi pada 2016. Yang di selatan polres itu baru pagar keliling, sedangkan yang di Tasiksono malah belum ada tanda-tanda,” ujarnya.

Ia yang merupakan anggota dewan dari Partai Nasdem dan dekat dengan bos Bina Raharja Atna Tukiman membeberkan bahwa bakal rumah sakit itu akan mengusung konsep 7 lantai, yang setiap lantainya menampung pasien sesuai klasifikasi kelas.

“Konsepnya bagus, tapi ini masih butuh investor untuk realisasi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syofii pernah mengatakan bahwa rasio jumlah penduduk dengan ketersediaan tempat tidur di dua rumah sakit yang sudah ada, masih timpang.

Rembang kini baru punya RSUD dr R Soetrasno dan RSI Arafah. Dua rumah sakit tersebut memiliki total 300-an tempat tidur.

Padahal untuk jumlah penduduk Rembang yang lebih dari 612.000 jiwa, butuh rumah sakit dengan total 600-an tempat tidur. Dengan kondisi tersebut, menurut Ali, memungkinkan jika ada tambahan 1 atau 2 rumah sakit lagi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. nilon henry

    Februari 6, 2016 at 6:56 pm

    Optimalkan rawat inap puskesmas dulu, investasi rumah sakit swasta perlu pertimbangan yg matang, karena regulasi setiap saat dapat berubah

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan