Maling Ternak Kembali Beraksi di Sluke

Kamis, 13 September 2018 | 14:30 WIB

Ilustrasi maling sapi. (Foto: koranmadura.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Aksi pencurian hewan ternak di Kecamatan Sluke kembali terjadi, kini dua ekor sapi milik Wasini warga Desa Bendo Kecamatan Sluke raib dari kandangnya pada Kamis (13/9/2018) dini hari.

Lokasi kejadian berada di Desa Blimbing Kecamatan Sluke karena kandang milik Wasini berada di wilayah Desa Blimbing.

Menurut informasi, di dalam kandang terdapat empat ekor sapi, namun hanya dua yang digasak oleh kawanan maling.

Dua sapi yang ambil yaitu indukan beserta anaknya, sedangkan dua sisanya berupa pedet ditinggal di dalam kandang.

Warjuki Kepala Desa Blimbing mengonfirmasi kejadian pencurian sapi tersebut.

Menurutnya pencurian diketahui pada pagi hari sekitar pukul 08.30 waktu setempat ketika peilik akan memberi makan sapinya.

“Ada bekas ban pikap di sekitar kandang. Mungkin bekas kendaraan untuk mengangkut ternak hasil curian.

Lokasi kandang sendiri dibilang dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan,” ungkapnya.

Mengetahui ada kejadian tersebut Warjuki bersama pemilik sapi langsung melapor ke Polsek setempat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sang pemilik ternak, ciri-ciri sapi yang dicuri maling yaitu induk sapi dengan ikatan tali berwarna biru serta anak sapi yang belum keluar tanduknya.

“Semoga saja pelaku bisa segera ditemukan, agar sapinya kembali. Dan pelaku pencurian agar dihukum sesuai pasal yang menjerat,” ujarnya.

Akibat aksi pencurian tersebut ditaksir kerugian mencapai Rp20 juta.

Pencurian ternak terakhir terjadi di Kecamatan Sluke, pada 12 Januari 2018 lalu tepatnya di Desa Pangkalan. Saat itu, kawanan maling mencuri dua ekor sapi milik Suhardi.
Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan