Pencuri Helm Pengunjung Masjid Lasem Tertangkap Kamera Pengintai

Kamis, 2 Oktober 2014 | 15:42 WIB
Halaman depan Masjid Lasem. Pencurian helm di tempat ini sempat terekam kamera pengintai yang terpasang di titik masjid. (Foto: Pujianto)

Halaman depan Masjid Lasem. Pencurian helm di tempat ini sempat terekam kamera pengintai yang terpasang di titik masjid. (Foto:Pujianto)


LASEM, MataAirRadio.net –
Seorang pencuri helm milik salah satu pengunjung Masjid Lasem tertangkap oleh kamera pengintai yang dipasang di tempat ibadah itu pada Rabu (1/10) petang kemarin. Pencuri beraksi ketika pengunjung melakukan salat magrib berjemaah.

Abdullah Hamid, pengurus Masjid Lasem mengaku langsung membuka rekaman di closed circuit television (cctv) masjid, begitu mendapat laporan dari salah satu pengunjung yang mengaku kehilangan helm. Dia mengungkapkan ciri-ciri pelaku yang satu orang.

“Pencurinya satu orang. Menggunakan sepeda motor. Tampilannya ‘necis’, rapi, bawa tas, keren, dan tak diduga pencuri. Kebetulan di sekitar masjid kami pasangi cctv. Baru seminggu ini dipasang. Begitu ada yang melapor kehilangan helm, rekaman kami buka. Dan benar ada yang mencuri,” ungkapnya.

Abdullah memastikan, tampilan wajah pelaku terekam jelas. Pengurus masjid pun sempat melakukan sidang untuk menguak adakah yang mengenal sosok di kamera pengintai itu.

“Warga mana dan siapa namanya, kami belum tahu. Hanya, wajahnya jelas. Kami sudah koordinasi di internal pengurus masjid. Lapor ke polisi, belum. Ini perlu kita antisipasi, agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Dia pun berharap, agar pengunjung masjid melakukan pengamanan secara mandiri. Memang ada satuan pengamanan atau satpam, namun saat kejadian itu, yang bersangkutan sedang tidak di tempat.

“Di masjid ini ada satpam. Imbauan kami ya, agar pengunjung menjaga secara mandiri barang berharganya. Kalau khawatir hilang, bisa dititipkan di pos satpam. Kita ya ada penitipan, namun belum difungsikan,” tegas Abdullah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan