Progres Penataan Alun-Alun Rembang Lambat

Kamis, 2 Oktober 2014 | 17:16 WIB
Proyek penataan tahap akhir Alun-Alun Rembang disebut lambat. (Foto:Rif)

Proyek penataan tahap akhir Alun-Alun Rembang disebut lambat. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Progres atau kemajuan penataan tahap akhir Alun-Alun Rembang disebut lambat. Sebab sampai Kamis 2 Oktober ini, penataan baru mencapai 20 persen, padahal semestinya mencapai 30 persen. Sejumlah faktor dianggap memberikan pengaruh, salah satunya barang pabrikan yang perlu waktu.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Penataan Alun-Alun Rembang Sigit Widyaksono mengakui, di awal-awal masa penataan tahap kedua, progresnya bisa dibilang lambat. Keadaan ini sudah dikonsultasikannya dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selaku kuasa pengguna anggaran.

“Koordinasi dengan Pak Yoko (Kepala DPU Rembang, red.) terus kami lakukan. Dan dipahami, di awal-awal ini, progresnya lambat. Ada beberapa barang pabrikan yang pengirimannya perlu waktu karena dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Namun Sigit yakin proyek senilai Rp3,5 miliar ini tidak akan molor penyelesaiannya. Proyek finishing penataan Alun-alun Rembang dikerjakan oleh PT Anggaza Widya Ridha Mulia dari Surabaya. Bulan Oktober ini, menurutnya, akan mulai dilakukan pemasangan keramik keliling alun-alun.

“Kontrak pekerjaan penataan alun-alun dilakukan pada 19 Agustus 2014. Kami yakin 18 Desember 2014 selesai. Oktober ini mulai pemasangan keramik. Jumlah keramik sekitar 5.000 meter persegi. Semua dari pabrik, jadi butuh waktu. Apalagi volume yang terbayar harus yang sudah terpasang,” terangnya.

Di masa paling dekat ini, pekerjaan penataan akan memasuki pengecatan lavatori atau sarana mandi cuci kakus di sisi barat, utara Masjid Agung Rembang. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan penyempurnaan selter pedagang kaki lima (PKL). Sementara pekerjaan di bagian inti alun-alun, terus berjalan.

“Khusus soal penyempurnaan selter, kami sudah koordinasi dengan para PKL. Mereka siap libur sementara ketika pemasangan batu untuk dinding selter. Kami siap menjaga keselamatan, mengingat dilakukan di tempat terbuka. Material yang tercecer, bisa menciderai anak-anak di areal itu,” imbuhnya.

Dia pun mengungkapkan, sempat muncul masalah pada pekerjaan pemasangan empat titik lampu besar penerangan alun. Pasalnya, lubang pancang tak bisa digali dalam karena baru dangkal digali, sudah keluar air tanah permukaan.

“Sempat kami repot memasang lampu penerapan alun-alun di empat titik karena keluar air dari lubang pancang. Kami sudah melakukan rekayasa teknis, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan,” katanya.

Disinggung mengenai tanaman penghijauan di sekeliling alun-alun yang kini tertutup oleh pagar pengaman, dia mengklaim akan dipertahankan selagi masih seirama.

“Kalau penanaman di tengah, tidak ada. Yang di sekeliling, kami pertahankan selagi tidak belang-belang. Kami belum tahu akan ada yang diganti atau tidak karena masih menyesuaikan kondisi. Kan sudah ada potnya dulu, jadi ya diupayakan untuk hidup,” pungkasnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan